Menjual dengan Kecerdasan Emosi

Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya

Menjadi Pemimpin Karismatik

Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya

Atasan Yang Sangat Menjengkelkan...

Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar…

Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya

Anda ingin sukses, terapkan prinsip perusahaan dalam hidup anda...

Oleh: DR. Dwi Suryanto, Ph.D. ( www.pemimpin-unggul.com )

Ketika orang ditanya penemuan apa yang paling berdampak luar biasa bagi kehidupan manusia, orang cenderung menjawab, teknologi. Teknologi tidak ada apa-apanya jika tidak dikelola dalam sebuah perusahaan.

Bangsa kita pernah dijajah oleh VOC (semacam Kadin di Belanda), bangsa kita menjerit karena susah kerja juga karena perusahaan. Internet yang saya gunakan, termasuk komputer, handphone, kursi, mobil yang saya pakai juga ada karena perusahaan.

Indomie, Indomilk, Indosiar, Indovision, dan gadis-gadis Indo yang cantik-cantik bisa kita 'nikmati' melalui TV gara-gara ada perusahaan.

Jika perusahaan demikian perkasa, sudah semestinya kita belajar darinya. Apa yang bisa kita pelajari? Tidak terbatas...

Mari kita mulai. Perusahaan ada karena mereka memiliki raison d^etre, atau reason for being, atau alasan mengapa mereka dibuat. Jadi ada tujuan mengapa perusahaan didirikan. Ini menjadi misi mereka.

Dalam hidup kita, jelas kita ada reason for being. Jelas Sang Maha Pencipta punya rencana tertentu dengan menghadirkan kita ke pentas dunia yang hiruk pikuk itu.

Bayangkan, lebih dari 3 juta sel sperma berebut satu sel telur. Akhirnya yang boleh lahir hanya satu (atau kadang dua jika kembar). Jutaan lainnya gugur tanpa nama. Ah, andaikata mereka tidak gugur dan seorang ibu harus melahirkan 3 juta bayi...alangkah repotnya...

Berarti kita sudah The Chosen, kita sudah Terpilih. Ketika kita terpilih berarti kita pasti dibebani misi oleh Sang Pencipta. Apa misi itu? Inilah yang mestinya kita cari....Ketika kita bekerja sesuai dengan misi itu, kesuksesan kita akan datang sangat cepat...

Salah satu cara mendeteksi misi unik kita adalah dengan mengingat kembali khayalan-khayalan sewaktu kita berumur 7 - 14 tahun. Ketika umur-umur segitu, saya sering berkhayal menjadi ilmuwan yang membuat alat-alat. Ternyata sekarang menjadi ...ilmuwan (walau di bidang sosial)

Jadi kalau anda ingin menemukan misi anda, coba kenang kembali masa-masa itu. Ingat masa tadi adalah masa yang dipenuhi dengan khayalan. Carilah, niscaya anda akan temukan.

Cara lainnya adalah dengan menengok bakat-bakat pribadi kita. Caranya gampang, yaitu dengan mengenali pada apa-apa yang kita lakukan sehari-hari. Jika kita melakukan sesuatu dengan sangat mudah (effortless), dan orang menganggap sulit melakukan pekerjaan itu, mungkin itu bakat anda. Atau semestinya anda bertindak sesuai dengan bakat itu, siapa tahu ini merupakan misi anda.

Contoh, anda mungkin begitu mudahnya menggambar pemandangan dan hasilnya bagus, sementara orang (saya termasuk) menganggap menggambar adalah sulit. Jika memang anda seperti itu sudah semestinya anda mengembangkan bakat unik anda....

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

Setiap tahun perusahaan pasti membuat anggaran. Dalam anggaran itu disusun rencana-rencana perusahaan di masa datang. Mereka mendeteksi kegiatan-kegiatan apa saja yang bisa mempertinggi keunggulan bersaing mereka.

Setelah itu mereka akan melaksanakan rencana tadi, dan mengevaluasi. Mereka juga selalu mengamati gerak-gerik pesaing agar mereka bisa bertindak tepat dan bisa menang dalam persaingan.

Perhatikan kata menyusun rencana dan melaksanakan. Sering kali kita sangat rajin menyusun rencana pribadi. Biasanya pula 'ritual' ini disusun ketika Tahun Baru.

Sebagai rencana, tentu sangat baik jika dilaksanakan. Tapi prakteknya, rencana tadi tinggal rencana. Kita kemudian malah lupa rencana itu dan kita kembali bertindak seperti sebelum memiliki rencana itu. Kita masih sama seperti yang dulu. Akibatnya, kita tidak sukses.

Ketika perusahaan melaksanakan rencana mereka, mereka selalu mengevaluasi apa-apa yang sudah mereka capai. Ini penting agar mereka bisa memperbaiki yang masih lemah. Andaikata kita juga mengevaluasi apa saja yang sudah kita lakukan, niscaya kita akan melihat sudut-sudut diri kita yang perlu perbaikan.

Jika kita rajin memperjuangkan karir, mestinya kita juga seperti perusahaan, yaitu mengamati, berstrategi dan bertindak agar kita tidak kalah dari pesaing. Yang terjadi adalah, kita hanya mengandalkan kerja keras, kerja lama, dan berharap. Kenyataan yang terjadi, karir kita tidak naik, dan pesaing kita sudah jauh meninggalkan kita.

Andaikata kita memakai strategi perusahaan yang sangat sederhana yaitu metoda SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threat), maka kita akan bisa mengevaluasi diri kita secara lebih jernih. Kita kemudian tahu bidang-bidang mana yang perlu perbaikan.

Perusahaan bisa hidup jika menjual produk dan produknya laku di pasaran. Agar produk laku, produk itu harus terus ditingkatkan kualitasnya. Jika tidak, orang akan membeli dari produsen lain.

Kembali ke diri kita. Sudahkah diri kita (produk) terus kita perbaiki? Berapa banyakkah investasi yang sudah kita tanamkan agar diri kita tetap unggul? Sudahkah kita benchmarking (metoda meniru perusahaan yang unggul) dari orang-orang yang jauh lebih sukses dibanding kita?

Pembaca, jari-jari saya mulai kelu ketika akan melanjutkan contoh-contoh perusahaan yang bisa kita tiru karena saking banyaknya. Kita masih belum membahas strategi, pemasaran, proses, intellectual capital...six sigma, TQM, BPR dst yang bisa kita contoh.

Okay, saya sudahi saja tulisan ini. Harapan saya tulisan ini bisa men-trigger anda untuk mengamati praktek-praktek perusahaan yang bisa diterapkan dalam hidup kita. Jika anda terapkan praktek itu, niscaya anda akan jadi 'success machine' yang tidak terhentikan.

Selamat mengamati dan mempraktekkan...

Salam

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...

Politeknik Pos Indonesia
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.