Menjual dengan Kecerdasan Emosi

Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya

Menjadi Pemimpin Karismatik

Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya

Atasan Yang Sangat Menjengkelkan...

Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar…

Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya

Enam Metoda Pengumpulan Data Analisa Jabatan

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Dalam proses job analysis, harus dipertimbangkan berbagai metoda pengumpulan data termasuk keunggulan dan kelemahan metoda itu. Berikut saya bahas enam metoda itu termasuk benefit dan kekurangannya.

1) Observasi: yaitu kegiatan mengamati langsung bagaimana pekerjaan dilakukan. Observasi ini dapat pula hanya 'memotret' sampel dari pekerjaan itu. Atau dapat pula dilakukan melalui analisis rekaman pekerjaan (Anda melihat film yang men-shooting pekerjaan tersebut.

Keunggulan: Memungkinkan kita bisa memperoleh informasi yang lebih mendalam. Ini jauh lebih lengkap dibanding hanya mendengar 'cerita' atau uraian orang yang saat ini menjabat jabatan itu.

Kelemahan: Tidak bisa menangkap faktor mental (atau apa yang dipikirkan oleh orang) ketika orang yang diamati sedang melakukan pekerjaannya.

2) Mengalami sendiri pekerjaan itu. Ini dilakukan oleh analis yang langsung terjun mengerjakan pekerjaan itu.

Keunggulan: Analis mengalami sendiri faktor-faktor yang terlibat dalam pekerjaan itu. Misalnya ia mengalami tingkat stresnya, tuntutan sosial, atau mungkin bahaya dari pekerjaan itu.

Kelemahan: Mungkin membahayakan analis terutama untuk pekerjaan yang ada bahayanya atau adanya resiko khusus. Misalnya menjadi pemadam kebakaran, atau menjadi patroli polisi. Atau dibutuhkan pelatihan yang panjang, misalnya berperan sebagai dokter bedah, psikolog, atau apoteker.

3) Wawancara: Ini merupakan wawancara analis dengan pemegang pekerjaan, dengan pengawasnya, bawahan, pelanggan atau sumber terpercaya lainnya.

Keunggulan: Informasi yang didapat dari banyak sumber cenderung lebih lengkap dan lebih menggambarkan hakekat pekerjaan yang sesungguhnya.

Kelemahan: Data yang terkumpul sangat tergantung kepada keterampilan pewawancaran. Jika analis mewawancara dengan banyak pertanyaan yang meragukan, bias, maka hasilnya juga tidak akan optimal.

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

4) Melalui kejadian-kejadian kritis. Di sini dicari kejadian-kejadian yang sangat buruk dan sangat baik. Pada saat itu dianalisi faktor-faktor baik lingkungan, dan konsekuensi dari kejadian-kejadian itu.

Keunggulan: Ketika analis menangkap kejadian yang buruk atau baik, mereka langsung bisa menentukan apakah untuk jabatan itu perlu dilakukan training khusus atau ada penilian prestasi yang lebih spesifik.

Kelemahan: Perilaku yang biasa-biasa atau rata-rata tidak akan teranalisis. Ini juga menimbulkan masalah tersendiri. Idealnya, kita bisa menangkap segenap aspek dari jabatan itu secara lebih utuh.

5) Catatan-Catatan Perusahaan: Di sini analis melakukan penelitian pada struktur organisasi, manual pelatihan, prosedur di perusahaan, atau pun kebijakan perusahaan

Keunggulan: Ini membantu analisis memperoleh data awal untuk melakukan analisis jabatan. Ini juga penting untuk melakukan wawancara atau penyebaran kuesioner

kelemahan: Mungkin informasi yang dihasilkan tidak lengkap. Mungkin informasinya sudah ketinggalan, ini harus dipadu dengan metoda lainnya.

6) Kuesioner: Bentuk semacam isian berganda atau pertanyaan terbuka yang harus diisi oleh pemegang jabatan

Keunggulan: Biasanya lebih murah dan lebih mudah dilakukan dibanding metoda lainnya. Kuesioner juga bisa menjangkau responden yang lebih luas. Hasilnya juga mudah dikuantifikasi dan dianalisis menggunakan software statistik

Kelemahan: Pertanyaan-pertanyaan mungkin diartikan secara berbeda. Keadaan atau kondisi yang bagaimana ketika orang mengisi kuesioner, juga sulit dinilai. Kadang respon dari kuesioner itu cukup rendah sehingga sulit dijadikan pegangan yang terpercaya.

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...

Politeknik Pos Indonesia
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.