Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya |
Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya |
Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar… Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya |
Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
Ketika anda sedang berburu getol-getolnya berburu pekerjaan, anda pasti sering menghadapi tes wawancara. Sepertinya tes wawancara sederhana saja. Anda hanya diajak omong-omong, dan biasanya suasana sangat rileks. Jangan terjebak dalam rileksnya suasana. Mereka sedang menilai anda. Anda harus hadapi wawancara itu secara professional.
Dari omong-omong rileks ini, mereka sering bertanya, “menurut anda, apa kelemahan yang anda miliki?” Kira-kira bagaimanakah anda menjawab pertanyaan itu.
Tentu saja kita semua memiliki kelemahan, termasuk si pewawancara tentunya. Ketika menjawab pertanyaan ini, anda tentu tidak akan pernah menjawab bahwa kelemahan anda adalah bahwa anda tidak jujur, anda cenderung suka mencuri, dan suka berhantam dengan teman-teman anda.
Jadi anda harus menjawab kelemahan anda sebagai kelemahan yang manusiawi. Contoh, anda memang memiliki kelemahan suka berkelahi dengan temannya. Untuk menyalurkan “bakat” ini anda akhirnya ikut karate. Melalui olah raga ini anda bisa “berhantam” secara sehat dan malah mendapat prestasi. Karena “nafsu” ini sudah tersalur, sekarang anda mampu bergaul dengan orang lain secara harmonis dan saling menghormati.
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
Inilah yang ingin didengar oleh pewawancara, mereka ingin melihat adanya orang yang memiliki kelemahan namun sudah bisa mengatasinya. Mereka juga ingin mendeteksi siapa tahu orang yang diwawancara adalah orang yang memiliki kelemahan negatif seperti kecenderungan mencuri, pemalas atau orang yang curang.
Misalkan kelemahan anda adalah anda orangnya sangat hobi begadang.
Anda bisa menceritakan kelemahan ini dengan cara, “Ya, memang kelemahan saya adalah saya sangat suka begadang. Akibat begadang ini, paginya saya sangat ngantuk. Kadang di kampus saya sering tertidur. Tapi untungnya kelemahan ini bisa saya atasi.
Di siang harinya, saya sering berolah raga, sehingga ketika malam, saya sudah sangat ngantuk. Akibatnya, saya tidak mampu lagi begadang. Karena saya tidak begadang lagi, di kampus saya tidak mengantuk lagi. Kebiasaan olah raga ini saya teruskan sehingga jika saya bekerja di kantor Bapak, rasanya saya tidak akan mengantuk ketika saya bekerja.”
Lihat, orang di atas memiliki kelemahan, dan ia menceritakan kelemahan yang manusiawi, kelemahan yang tidak buruk. Yang lebih penting lagi, ia sudah mampu mengatasinya.
Oleh karenanya, sebelum anda siap duduk berhadapan untuk wawancara mengisi lowongan kerja, siapkan dulu jawaban anda. Ketika anda menjawab, anda harus jujur. Pewawancara akan dengan mudahnya mendeteksi ketidakjujuran anda. Jadi jika memang saat ini anda masih seorang perokok, katakan terus terang itu sebagai kelemahan anda. Juga katakan upaya-upaya yang sudah anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan buruk itu.
Sekali lagi, ceritakan hanya kelemahan anda yang masih “positif” dan yang lebih penting ceritakan bagaimana anda sudah mampu mengatasi kelemahan itu, dan selanjutnya janji bahwa kebiasaan buruk itu tidak akan menggangu kerja anda.
Okay, selamat berburu lowongan kerja, dan sampai jumpa pada tips kerja lainnya.
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |

Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
