Manfaatkan Jaringan untuk membantu anda sukses dalam berburu lowongan kerja
Anda sudah selesai kuliah, baik sarjana atau D-3? Selamat datang kawan. Anda siap memasuki dunia kerja. Ketika anda bersiap berburu pekerjaan, anda punya kosa kata baru yaitu lowongan kerja dan cari kerja.
Oleh: Dr. Dwi Suryanto, Ph.D. www.pemimpin-unggul.com
Ketika kuliah yang panjang dan menjemukan usai, ketika peluk cium wisuda telah hilang bekasnya, maka kita harus berburu lowongan kerja.
Inilah yang selalu terjadi, kita bertanya kepada teman-teman kita tentang lowongan kerja yang barangkali mereka tahu. Ketika benar ada lowongan pekerjaan, maka kita akan beramai-ramai mengikuti tes dan juga wawancara.
Apa yang terjadi? Kita “bertarung” dengan teman kita sendiri. Jika kita berada di urutan “bawah” dari kelas kuliah itu, biasanya kita akan kalah, dan tidak mendapat pekerjaan.
Apakah benar hal itu bisa terjadi? Jelas. Contoh, ada lowongan kerja di bank yang ditawarkan ke perguruan tinggi negeri terkenal. Karena bank itu ingin mendapat tenaga yang benar-benar terbaik, maka mereka langsung merekrut di perguruan tinggi itu dengan cara menyelenggarakan test dan wawancara di kelas-kelas perguruan tinggi itu. Pesertanya tentu luar biasa banyaknya. Sekali lagi, jika anda tidak termasuk yang pintar, atau anda tidak punya keahlian khusus, anda akan kalah bersaing dengan rekan anda.
Terus bagaimana? Anda harus berstrategi. Ada suatu penelitian yang mengatakan bahwa lowongan kerja yang dipasang di media masa termasuk koran, majalah, hanya meliputi kurang dari 40% lowongan yang ada. Anda tidak percaya? Tanyakan saja kepada orang-orang bagaimana mereka mendapat pekerjaan. Anda akan menemukan bahwa mereka mendapat pekerjaan karena ada kenalan, ada “orang dalam”, ada “Om atau Pakde” di perusahaan itu.
Jika itu yang terjadi, apakah yang harus anda lakukan? Cara yang terbaik adalah anda harus memiliki network, jaringan kenalan. Caranya, ketika anda kuliah sebaiknya anda ikut dalam organisasi-organisasi, termasuk organisasi sosial. Seringkali, organisasi sosial ini dipimpin oleh orang-orang “top” perusahaan atau instansi.
Ketika anda bergaul, bekerja suka rela dan menunjukkan dedikasi yang tinggi, mereka akan tahu prestasi anda. Ketika mereka tahu anda sudah bekerja keras, yang nampaknya tanpa pamrih, mereka akan berusaha “membalas” anda dengan cara menyediakan pekerjaan. Atau paling tidak mereka akan “mereferensikan” anda kepada rekan-rekan bisnisnya.
Namun jika anda sudah lulus dan terlanjur belum ikut organisasi sosial tadi, jangan khawatir. Perluas pergaulan, perbaiki watak diri anda, dan bergabunglah dengan berbagai asosiasi di bidang ilmu anda. Anda sarjana ekonomi, bergabunglah dengan ISEI. Anda akuntan, bergabunglah dengan IAI. Saya rasa anda sudah menangkap gagasannya.
Ketika anda sudah bergabung, tawarkan anda untuk mengerjakan hal-hal secara sukarela. Anda harus sering terlihat dan bertemu dengan para anggota asosiasi itu. Mengapa? Penelitian menunjukkan bahwa semakin sering kita bertemu dengan orang itu, kita akan cenderung menyukai orang itu, tanpa kita tahu mengapa sebabnya kita menyukainya.
Intinya, sering-seringlah bertemu dengan anggota asosiasi. Tunjukkan bahwa anda orang yang tidak “menghitung-hitung” tenaga anda. Jika hal ini anda lakukan, lowongan kerja akan selalu terbuka. Mencari kerja bukanlah sesuatu yang hal yang berat.
Selamat mencari lowongan kerja, jangan lupa baca tips mencari kerja berikutnya…
