Dambaan untuk pindah ke Jawa akhirnya terkabul. Melalui test yang ketat, ia diberi kesempatan melanjutkan pendidikan S-1 Ekonomi di Bandung. PT. Pos Indonesia bekerja sama dengan Universitas Terbuka menyelenggarakan pendidikan sarjana tersebut. Para dosen UT datang ke Bandung untuk mengajar. Jadi model pendidikan seperti universitas biasa. Jadinya, ia lulus dari UT yang "tertutup."
Pelajaran 10: Jangan pernah berhenti berharap. Saya tidak bermimpi bisa menjadi sarjana, tapi jauh di dalam hati, saya ingin terus melanjutkan pendidikan. Akhirnya, kesempatan itu pasti datang...
Direksi perusahaan itu berbaik hati memberi kesempatan kepada para lulusan terbaiknya untuk "mengadu nasib" ikut tes masuk MM UGM di tahun 1992. Mengadu nasib? Ya, soalnya saat itu untuk masuk MM UGM sangatlah sulit. Para peserta harus berjuang untuk test seperti SPMB sekarang ini. Itu pun direksi masih mensyaratkan bahwa yang akan dibiayai hanya yang lulus murni, artinya tidak ada matrikulasi.
Dengan melalui doa yang terucap rutin setiap habis shalat, alhamdulillah, ia bisa masuk ke sana dan mengambil jurusan perbankan. Harapannya, ia bisa kerja di Bank Pos yang saat itu sedang digodok prosesnya. Namun sayang, Bank Pos sudah keburu almarhum, dan ia tidak bisa bekerja di bank itu.
Pelajaran 11: Doa yang tidak pernah berhenti adalah jalan pasti menuju kesuksesan. Namun sayangnya, banyak diantara kita berhenti berdoa ketika tidak ada tanda-tanda bahwa doanya akan terkabul. Yang sering terjadi, andaikata kita tekun lebih sedikit saja, apa yang kita impikan itu akan terwujud.
Sebagai gantinya, ia malah mendapat istri pegawai bank. Ketika ia kuliah, ia "dimakcomblangi" oleh temannya untuk berkenalan dengan karyawati sebuah bank. Walau tadinya ia anggap sepi tawaran itu, namun demi hubungan baik, akhirnya ia "bersedia" berkenalan dengan karyawati itu.
Ketika ia dikenalkan, ia tidak terlalu banyak bereaksi, karena tidak menyangka bahwa cewek yang akan dikenalkan itu adalah cewek cantik yang ada di depannya. Ketika diberitahu bahwa memang cewek itu yang ingin dikenalkan kepadanya, ia mengambil langkah hati-hati. "Ingat Dwi, cewek itu begitu cantik, begitu manis. Hati-hati, jangan-jangan kamu mau, tapi sananya yang tidak mau..." begitu ia dengan keras memperingatkan dirinya agar jangan buru-buru senang. Mengapa? Karena kalau sudah terlanjur senang, cinta dan ditolak, wah, bisa malu berat.
Entah karena apa, cewek itu kok mau dengannya. Rasanya sulit ia mempercayainya. "Apa ya dia itu 'hasil' dari doa-doa saya?" demikian dugaannya. Sempat ia lihat wajahnya di cermin, "ah, nggak jelek-jelek amat, malah ada lho aura nggantengnya..." demikian ia mencoba mencari dan mencari sebab mengapa gadis itu mencintainya.
Pelajaran 12: Jangan terlalu memandang rendah diri anda. Anda adalah orang yang memiliki pesona sendiri. Anda unik, anda sangat berharga, oleh karenanya, jangan lupa selalu bersyukur kepada Sang Pencipta...
Singkat cerita, begitu lulus MM, ia langsung melamarnya dan tiba-tiba saja, sekarang sudah punya anak tiga. Tanpa menyombong, kok ya kebetulan, anak-anak perempuannya cantik-cantik dan anak lelakinya cukup ngganteng (Ini pasti "perbaikan keturunan" dari istrinya). Kebetulan pula, kok anak-anaknya pada juara kelas...(Ini jelas "perbaikan keturunan" dari sang suami...)
Ketika kuliah di MM, ia melihat begitu banyak buku-buku marketing. Ia berpikir, "Ah, bukunya begitu banyak, jika aku kuasai buku-buku itu, niscaya aku akan hebat..."
Terus saja ia rajin membeli (termasuk fotocopy tentu) buku marketing seperti yang ada di kampusnya. Ketika senggang (sungguh sulit menemukan waktu senggang karena harus 'melalap' 60 studi kasus), ia mulai membaca buku-buku itu.
Pelajaran 13: Jika anda ingin menjadi pemimpin unggul, anda harus menjadi pembaca yang rakus. Mengapa? Karena dengan membaca buku, anda akan men-"download" pemikiran terbaik dari para penulisnya. Jika itu anda lakukan terus, pasti anda akan unggul.
Setelah lulus, ia bekerja di Direktorat Niaga, semacam direktorat pemasaran. Melalui direktorat inilah ia "terjun langsung" menjadi pemasar. Buku-buku semacam "Nikmatnya Menjual", "Focus", "Strategic Marketing" menjadi "lauk pauk" nya setiap hari.
Pelajaran 14: Terapkan ilmu yang anda pelajari, niscaya ilmu itu akan menjadi milik anda dan menjadi skill. Jika hanya membaca saja, anda hanya sekadar "ahli teori".
Waktu berpacu dengan cepatnya, dan ia harus memimpin sebuah kantor pos di provinsi Jambi. Sebuah kantor besar di kota provinsi yang membawahi 50 kantor pos cabang kecil. Di kantor itulah ia "all out" mengeluarkan segenap ilmu yang ia pelajari di MM UGM. Hasilnya, kantor yang tadinya minus 300 juta menjadi surplus 400 juta hanya dalam waktu satu setengah tahun.
Walau pemasaran biasa saja, namun hasilnya cukup mengejutkan. Saat itu yang ia benahi adalah masalah SDM. Ia menyadari ketika pemimpin memperhatikan kesejahteraan karyawan, otomatis akan terjadi peningkatan kinerja.
Pelajaran 15: Begitu anda memimpin, anda harus memperhatikan kesejahteraan karyawan. Kesejahteraan tidak mesti harus berupa uang. Perhatian yang tulus, kemauan mendengarkan, memperjuangkan hak-hak mereka, akan dipandang positif oleh karyawan anda.
Ia pindah lagi ke Bandung, dan setelah itu ia banyak menangani teknologi informasi. Karena seringnya ia menjabat jabatan teknologi informasi, orang-orang mengenalnya sebagai orang IT. Mengapa ia disuruh menangani IT? Karena ia adalah "penghobi" komputer. Dengan hobi unik itu ia mempelajari berbagai bahasa pemrograman komputer.
Pelajaran 16: Sebagai pemimpin anda harus memahami komputer, termasuk internet, e-business, dan e, e- lainnya. Tanpa itu, anda akan selalu ketinggalan.
Bahkan ketika ia menjadi direktur pemasaran, perusahaan itu juga bergerak di bidang IT.
Pelajaran 17: Lihat, gara-gara hobi, ia bisa menjadi direktur pemasaran. Bahkan jin dan siluman sama sekali tidak menduga bukan? Oleh karenanya, lihatlah hobi anda. Pikirkanlah bagaimana hobi itu bisa mendongkrak karir anda..
Di tengah-tengah kesibukan bekerja, ia sempat kuliah doktor. Akhirnya melalui kerja keras dan juga doa yang tiada terputus, ia berhasil meraih dua gelar doktor. Yang pertama dari University of Metaphysics, California USA, dan juga dari Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung. Ketika belajar itu ia sering menghadapi masalah. Yang sering muncul, kehabisan biaya kuliah. Namun untung, berkat doa andalannya, ia sering bisa "lolos" dari kesulitan-kesulitan itu.
Pelajaran 18: Jangan pernah berhenti belajar, walau anda menghadapi banyak hambatan.
Sejak meraih gelar doktor itulah ia mulai rajin menulis. Gaya tulisannya yang bagaikan berlanggam "campur sari" yang kadang berlogat Jawa disertai dengan filsafat di sana sini, akan menghiasi internet di Indonesia. Ia sudah bertekat, melalui internet-lah ia akan "mengembalikan ilmu" yang selama ini ia sedot dari internet. Harapannya, upayanya ini akan memicu para pakar lain untuk juga menuliskan "butiran wisdom" yang dibutuhkan oleh banyak generasi muda.
Pelajaran 19: Anda akan makin tambah ilmu dengan menuliskan. Tidak percaya, coba saja tuliskan ilmu-ilmu anda niscaya anda akan makin paham ilmu-ilmu yang selama ini anda kuasai.
Fakta yang menarik, anak-anakSMP bahkan SD sekarang ini sudah disuruh ke internet. Sering mengecewakan, karena yang ada adalah artikel berbahasa Inggris. Alangkah indahnya jika anak-anak itu menemukan tulisan dari berbagai ilmu dan berbahasa Indonesia. Saat itu pula, sebenarnya kita bisa menularkan "best practices" kepada generasi muda. Harapannya, agar mendapat pahala dari Allah SWT.
Pembaca yang budiman, sekian saja saya menuliskan tentang diri Dwi Suryanto. Sebenarnya saya masih ingin menuliskan tentang kisah romance dan asmaranya yang sangat mendebarkan, namun istrinya malah menyergah, "Mbok sudah, nanti ditulis pada web lain yang khusus membahas tips 'memenangkan dan memikat gadis secara efektif...'
Okay, salam dari saya, dan selamat membaca, dan jangan lupa, doakan saya agar saya tetap mampu mengayun dan mengetikkan jari-jari ini agar artikel-artikel menarik masih bisa keluar dari pantai-pantai otak saya...
