Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
1.1. Latar Belakang Penelitian
“Berubah atau Mati. Betapa tidak, kondisi kita saat ini tak kalah gentingnya dengan bangsa Indonesia pada masa kemerdekaan; semua aspek dan situasi bisnis perposan begitu genting dan sungguh-sungguh sangat mengancam kelangsungan hidup perusahaan. Pilihan satu-satunya adalah kita harus berubah,” demikian tajuk utama Info Transformasi (Desember, 2003), yang merupakan terbitan berkala bagi manajemen perubahan PT. Pos Indonesia (Pos).
Dampak perubahan itu memang besar artinya bagi karyawan. Pada bulan Oktober 2003, perusahaan itu telah memberikan pensiun dini kepada karyawannya sebanyak 1500 orang.
Setidaknya ada beberapa hal yang menyebabkan Pos harus berubah.
Pertama, karena kondisi internal perusahaan itu. Ada sejumlah keprihatinan
bercampur dengan harapan yang mengemuka bila karyawan mencermati kondisi
internal Pos dari waktu ke waktu. Dalam kinerja keuangan, misalnya, tingkat
kemampulabaan Pos dalam tiga tahun terakhir semakin menurun.
Tingkat pengembalian modal (ROE, Return on Equity) mengalami penurunan terus dalam tiga tahun terakhir. Sementara itu pertumbuhan bisnis Pos hanya kecil, sedangkan akselerasi pertumbuhan ekonomi dan inflasi jauh lebih cepat.
Halaman 1
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
Dengan menggunakan alat ukur EVA (Economic Value Added) yang
menunjukkan tingkat keuntungan sebenarnya dari Pos, diketahui bahwa sejak tahun
1999 nilainya sudah negatif dan terus mengalami penurunan.
Pengukuran EVA ini
mencoba untuk menangkap keuntungan ekonomi yang sesungguhnya (true economic
profit) dari sebuah perusahaan. Cara menghitungnya meliputi empat langkah yaitu: 1)
menghitung Net Operating Profit After Tax (NOPAT), 2) menghitung Total Invested
Capital (TC), 3. Menentukan Cost of Capital (WACC), dan 4) Menghitung EVA
dengan cara, EVA = NOPAT – WACC% * (TC).
Jika pada tahun 1998 EVA Pos berkisar pada 53.900,07, maka pada tahun 1999 merosot menjadi –42.682,80, dan turun lagi pada tahun 2000 menjadi – 55.873,80. Akhirnya di tahun 2001, EVA turun ke angka –98.500,40 (Pusat Manajemen Perubahan PT. Pos Indonesia; 2003).
Di sini terlihat bahwa EVA negatif terus yang berarti bisnis Pos tidak lagi memperoleh keuntungan ekonomi murni, atau dengan kata lain pemegang saham Pos (negara) sudah mengalami kerugian terus.
Kinerja keuangan yang kurang menggembirakan itu diperburuk dengan
merebaknya ketidakpuasan karyawan karena adanya ketidaksesuaian antara harapan
karyawan dengan perusahaan, khususnya menyangkut sistem kerja dan penghargaan
(Pusat Manajemen Perubahan PT. Pos Indonesia; 2003).
Kedua, karena adanya kondisi internal Pos yang membuat perusahaan iitu dalam kesulitan adalah karena inefisiensi biaya, terutama besarnya biaya tetap, lebih khusus lagi biaya SDM. Hal itu masih ditambah lagi adanya keharusan Pos untuk...
Halaman 2
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
