Seminar: How to Read and Understand Financial Statement - 3 dan 4 November 2008

Seminar: Finance and Accounting for Non Financial Managers - 5 dan 6 November 2008

Pelatihan Pajak Penghasilan Pegawai - 10 dan 11 November 2008

Seminar: Best Practices for Personnel / HR Assistants - 12 dan 13 November 2008

Halaman 73 dan 74 Disertasi Dwi Suryanto

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

api di sana, inilah yang mereka kerjakan.’ Para pemadam api melakukan pekerjaanya pada tanggal 11 September 2001 karena memang itu pekerjaannya. Mereka mengidentifikasi diri mereka dengan pekerjaan itu dan peran sebagai pemadam api yang dibebankan pada mereka. Mereka berkomitmen pada identitas itu, dan hal itu meramalkan perilaku mereka “ (Seok-Hwan; 2002).

Beberapa studi empiris akhir-akhir ini didapat bahwa karyawan dapat
berkomitmen secara berbeda terhadap pekerjaan, manajemen puncak, atasan langsungnya, rekan sekerja, dan pelanggan (Becker 1992; Meyer, Allen, and Smith 1993; Reichers 1986; Lee 2000; Lee and Olshfski 2001) dalam Seok-Hwan (2002).

Becker dkk. dalam Seok-Hwan (2002) menemukan bahwa kinerja pekerjaan dapat diterangkan dengan adanya komitmen kepada atasan langsungnya daripada komitmen kepada organisasi. Menggunakan sampel dari instansi publik, Lee (2000) dalam Seok-Hwan (2002) menemukan bahwa komitmen kepada atasannya lebih kuat kaitannnya dengan perilaku dan peran ekstra dalam organisasi (misalnya menaikkan
upayanya) dan keinginan untuk tetap berada pada organisasi itu.

Motivasi melayani masyarakat telah mengikat individu yang tertarik pada
instansi pemerintah karena mereka memiliki sikap positif terhadap kepentingan dan masyarakat itu sendiri, dan sekali mereka telah bekerja pada pemerintah, mereka akan berperilaku sesuai dengan sikap tersebut (Seok-Hwan; 2002).

Komitmen yang menghasilkan partisipasi dinamakan "continuance
commitment", sedangkan yang menghasilkan produksi dinamakan "value commitment." (Mayer; 1992). Analisis korelasi sebagian maupun sepenuhnya menunjukkan bahwa tingkat keluar masuknya karyawan berhubungan lebih kuat

hal 73

Informasi Seminar / Pelatihan

Assertive Leadership Skills - 26 dan 27 November 2008

dengan continuance daripada komitmen kepada nilai (value commitment), dan kinerja lebih kuat kaitannya dengan komitmen nilai (Mayer; 1992) March dan Simon (1958) dalam Mayer (1992) mengemukakan teori bahwa karyawan membuat dua keputusan yang berbeda yang terkait dengan organisasi: yaitu untuk berpartisipasi dan untuk berproduksi atau berprestasi.

Implikasi yang penting dari cara pandang ini adalah “keputusan karyawan untuk berpartisipasi dalam organisasi mencerminkan pertimbangan yang berbeda jika dibanding dengan keputusan untuk berproduksi. Pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk berpartisipasi berdasar pada gagasan adanya pertukaran antara individu dan organisasi, di mana karyawan menimbang antara insentif yang disediakan organisasi serta kontribusi yang diminta oleh organisasi agar karyawan tetap menjadi anggota organisasi itu.

Pertimbangan untuk berproduksi akan mengarah pada adanya identifikasi yang kuat dari karyawan terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi.

Jika kita lihat pada motivasi, maka ada berbagai model yang khusus untuk membangkitkan perilaku yang berbeda ini. Model yang berupa pengambilan keputusan untuk berpartisipasi lebih relevan untuk meramalkan keputusan untuk bergabung, menghadiri, dan tetap sebagai anggota organisasi. Model pengambilan keputusan untuk berproduksi lebih relevan untuk meramalkan hasil seperti kinerja,
perilaku karyawan yang baik (citizenship behaviors), dan adanya rasa puas dengan pekerjaannya (Mayer; 1992).

Continuance commitment didefinisikan sebagai keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi. Seorang yang memiliki continuance commitment yang tinggi termotivasi untuk berpartisipasi dalam organisasi. Orang yang memiliki continuance...

hal 74
Daftar Isi
hal 75

Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005

DR. Dwi Suryanto

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.