Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
organisasi. Biaya yang terkait dengan tingkat keluar masuknya karyawan meliputi biaya hilangnya kesempatan, biaya untuk memilih dan melatih lagi karyawan, dan menurunnya tingkat moral di antara karyawan yang masih ada di tempat kerja. Biaya-biaya itu mungkin akan menjadi makin besar, jika perusahaan kehilangan karyawan yang berharga seperti karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi. Oleh karenanya, memahami lebih mendalam antara tingkat keluar masuknya karyawan dan hubungannya dengan komitmen merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi (Eunmi; 1999).
Komitmen kepada karir mempengaruhi perilaku individu. Individu-individu yang sangat komit terhadap karir mereka, telah menunjukkan bahwa mereka membaktikan waktu lebih banyak dalam pengembangan keahlian mereka, dan menunjukkan niat yang rendah untuk menarik diri dari karir dan pekerjaan mereka (Aryee & Tan, 1992; Blau, 1989) dalam (Eunmi, 1999).
Namun karyawan dengan komitmen karir yang tinggi akan mempertimbangkan untuk keluar dari organisasi ketika kesempatan pertumbuhan karir dalam organisasi itu rendah (Bedian dkk., 1991) dalam (Eunmi; 1999).
Mathieu and Zajac's (1990) dalam Judy (1998) menjelaskan bahwa konsep komitmen pada organisasi dianggap penting karena hal itu ada hubungannya dengan hasil positif seperti kinerja dan tingkat retensi karyawan. Analisis lebih lanjut dari faktor pendahulu (antecedents), korelasi, dan konsekuensi dari komitmen organisasi menunjukkan bahwa wanita lebih berkomitmen pada organisasi dibanding pria, walau perbedaan itu kecil.
hal 71
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
Namun Aven dkk. (1993) dalam Judy (1998) menyimpulkan bahwa dari
analisis meta yang terpisah, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan jenis kelamin
pada komitmen afektif. Bertambahnya bukti-bukti menunjukkan bahwa konsekuensi
dari komitmen untuk tetap tinggal di organisasi (continuance commitment) berbeda
dengan komitmen afektif. Mungkin penemuan yang paling umum (dan kurang
mengejutkan) adalah bahwa continuance commitment berkorelasi negatif dengan
tingkat keluar masuknya karyawan (turn over) (Judy; 1998).
Judy (1998) menjelaskan bahwa banyak peneliti telah menemukan bahwa continuance commitment berhubungan dengan hasil-hasil yang kurang menguntungkan seperti kinerja yang buruk (Meyer, Paunonen, Gellatly, Goffin, & Jackson, 1989), tingkat rendah dari perilaku organisasi yang baik (organizational citizenship behavior), dan tingginya kecenderungan untuk mematuhi pada tekanan organisasi untuk bertindak tidak etis (Wahn; 1993).
Dari hasil penelitiannya, Judy (1998) mendapati bahwa wanita merasa lebih terikat kepada organisasi dibanding pria karena adanya perasaan kebutuhan untuk tetap tinggal dalam organisasi itu.
“Kami percaya bahwa pekerjaan yang melibatkan tanggung jawab pada
kesejahteraan orang lain dan termasuk kewajiban untuk melayani masyarakat tertentu
akan menghasilkan komitmen pada pekerjaan, dan hal tersebut mempengaruhi banyak
aspek dari kinerja pekerjaan itu “(Seok-Hwan; 2002).
“Peran dari pemadam api melibatkan komitmen dalam melakukan pekerjaan: memerangi dan menghentikan kebakaran dan menyelamatkan masyarakat. Jules Naudet (2002), pembuat film yang memfilmkan aktivitas komando pemadam api pada World Trade Center, berkata, ‘Mereka adalah pemadam api, mereka memadamkan...
hal 72
Daftar Isi
hal 73
Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005
DR. Dwi Suryanto
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
