Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa kepuasan bekerja adalah penentu dari komitmen atas dasar pertukaran sumber daya antara individu dan organisasi (Angle & Perry, 1983; Williams & Hazer, 1986) dalam Martin (1996).
Secara umum, kepuasan bekerja mewakili tanggapan afektif pada beberapa faktor pekerjaan yang spesifik, sedangkan komitmen pada organisasi mencerminkan tanggapan afektif pada keseluruhan organisasi. Begitu kebutuhan individu terpuaskan, hal itu akan mengikat individu itu pada organisasi. Komitmen pada organisasi dapat dipandang sebagai hasil dari pengikatan pada organisasi itu (Martin; 1996).
Martin (1996) menjelaskan bahwa walau ada beberapa studi yang menjelaskan bahwa kepuasan dalam bekerja merupakan penyebab komitmen pada organisasi, penemuan beberapa peneliti seperti Bateman dan Strasser (1984), Curry, Wakefield, Price, dan Mueller (1986), Price dan Mueller (1981), dan Vandenberg dan Lance (1992) menawarkan model yang berbeda.
Dalam studinya yang mereka lakukan ternyata ditemukan bahwa komitmen adalah pendahulu (antecedents) dari kepuasan dalam bekerja. Hal itu bisa diterangkan dengan model menggunakan pendekatan perbedaan kognitif (cognitive dissonance approach), di mana pandangan koginitif seperti komitmen dirasionalkan dengan tindak lanjut berupa kepuasan dalam bekerja.
Dalam kasus ini, individu menempatkan diri pada situasi tertentu dengan
mengembangkan tingkat kepuasan yang konsisten dengan tingkat komitmen mereka
pada perusahaan.
Penemuan dari Curry dkk. (1986) dalam Martin (1996) tidak menemukan adanya hubungan saling timbal balik antara kepuasan dan komitmen. Mereka menjelaskan bahwa hasil itu disebabkan adanya pengukuran yang berbeda antara...
hal 69
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
komitmen dan kepuasan bekerja, dan juga karena ada perbedaan fokus dalam studi-studi tersebut. Contoh, mereka menemukan bahwa kepuasan kepada aspek-aspek dalam pekerjaan secara jelas berhubungan dengan kebijakan organisasi seperti derajat otonomi, di mana mungkin hal itu lebih terkait dengan komitmen daripada aspek lainnya berupa tingkat kepuasan karyawan dengan teman-teman di tempat kerjanya.
“Penemuan kami menegaskan bahwa keadilan prosedural (procedural fairness) adalah penyebab langsung dari komitmen terhadap organisasi, “ (Martin; 1996).
Robinson dkk. (1994) dalam Eunmi (1999) menjelaskan bahwa sesudah masuk ke suatu perusahaan, karyawan menilai apakah perusahaan memenuhi kontrak yang telah disepakati, di mana hal itu akan mempengaruhi perilaku atau sikap terhadap perusahaan itu. Ketika karyawan merasa bahwa majikan mereka gagal memenuhi kewajiban mereka, karyawan cenderung mengurangi kewajiban mereka dengan cara menunjukkan absensi dan menurunnya tingkat komitmen.
Individu dengan derajat komitmen karir yang tinggi mungkin menunjukkan tingkat harapan dan tuntutan yang lebih tinggi dari organisasi di mana mereka telah membina hubungan. Ini berarti bahwa individu dengan komitmen karir yang tinggi mungkin akan lebih termotivasi ketika harapan mereka terpuaskan oleh organisasi dibanding mereka yang kurang memiliki komitmen (Eunmi; 1999).
Karyawan kontrak menunjukkan komitmen yang lebih rendah terhadap tim dan juga kepada organisasi, dan mereka juga menunjukkan perilaku yang kurang menyenangkan jika dibanding dengan karyawan tetap (Gilder; 2003).
Tidak seperti perilaku lain di tempat kerja, tingkat keluar masuknya karyawan (turn over) menunjukkan adanya pelanggaran hubungan antara individu dan...
hal 70
Daftar Isi
hal 71
Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005
DR. Dwi Suryanto
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
