Halaman 63 dan 64 Disertasi Dwi Suryanto

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Komitmen seperti sebuah jalan dua arah. Orang yang memiliki komitmen
bertanya, “Apa yang dapat saya kerjakan untuk mengejutkan dan menyenangkan mitra saya?” Sedangkan hubungan yang berdasar hanya pada traksaksi atau legal bertanya, “Hal-hal minimal apa yang harus saya kerjakan untuk memenuhi kontrak kerja yang ada? (Grenny; 1993).

Menurut Bragg (2002) ada empat komitmen karyawan, yaitu mereka yang: ingin, harus, hendak, dan tidak komit. Tipe komitmen karyawan yang terbaik adalah ingin berkomitmen.

Kepuasan bekerja dan komitmen pada organisasi telah ditemukan memiliki korelasi positif pada beberapa studi yang telah dilakukan oleh para ahli (Bateman & Strasser, 1984; Bluedorn, 1982) dalam Martin (1996).

Namun komitmen pada organisasi memiliki korelasi lebih tinggi dalam pengukuran tingkat keluar masuknya karyawan pada organisasi dibanding dengan pengukuran kepuasan karyawan (Koch c Steers, 1978; Williams & Hazer,1986) dalam Martin (1996).

Komitmen kepada pengawas dan komitmen kepada manajemen puncak
nampaknya berkontribusi pada komitmen global organisasi, tapi komitmen pada kelompok kerja nampaknya tidak mendukung pendapat ini (Hunt dan Morgan; 1994).

Dari salah satu hasil dari studinya, Savery (1994) mendapatkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis akan mengarah pada perasaan positif pada komitmen organisasi dan juga mengakibatkan makin tingginya kepuasan bekerja. Oleh karenanya, aktivitas yang mengarah pada sistem demokratis seharusnya mengarah pada perbaikan-perbaikan di tempat kerja.

Eby (1999) menambahkan bahwa komitmen afektif dan kepuasan bekerja berhubungan dengan perilaku untuk keluar dari organisasi, sedangkan komitmen...

hal 63

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

afektif hanya berhubungan dengan absennya karyawan (Eby; 1999). Ketika meneliti pengaruh umur, Tan dan Akhtar (1998) mendapati hasil yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari komitmen normatif secara signifikan lebih tinggi dari rata-rata komitmen afektif.

Analisis regresi menunjukkan bahwa ketika umur, masa kerja, tingkat dalam organisasi dan persepsi pada pekerjaan dikontrol, komitmen normatif memiliki pengaruh signifikan terhadap upaya ekstra atas dasar biaya pegawai berkinerja rendah (experienced burnout), namun terhadap komitmen afektif hal itu tidak ada pengaruh yang signifikan.

Etika ini juga melintas agama, termasuk Islam. Yousef (2000) menunjukkan bahwa komitmen pada organisasi mengurangi pengaruh pada etika kerja Islam pada sikap terhadap perubahan organisasi. Hal ini mendukung gagasan bahwa karyawan yang kuat mendukung etika kerja Islam lebih komit terhadap organisasi, dan akibatnya mereka cenderung lebih mau memeluk perubahan, sejauh perubahan itu tidak mengubah nilai dasar dan tujuan organisasi, karena komitmen organisasi
biasanya mencerminkan kepercayaan terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, dan juga mereka memandang perubahan itu dipersepsi akan bermanfaat buat organisasi itu sendiri.

Dalam studi pertama mereka Neubert dan Cady (2001) menemukan bahwa komitmen terhadap program yang diadakan organisasi berhubungan secara positif dengan partisipasi pada program itu serta kinerja yang terkait dengan program tersebut. Dalam studi kedua, mereka mendapati bahwa komitmen organisasi, kesediaan untuk berubah, orientasi kepada kerja tim secara signifikan merupakan...

hal 64
Daftar Isi
hal 65

Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005

DR. Dwi Suryanto

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.