Halaman 61 dan 62 Disertasi Dwi Suryanto

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Firth dkk. (2004) meneliti kaitan antara niat untuk keluar perusahaan dan kepuasan kerja. Mereka mengatakan, “Jelas, penyebab terbesar dalam mengurangi niat karyawan untuk keluar dari perusahaan berasal dari komitmen mereka kepada organisasi, dan dari kepuasan kerja. Kedua faktor itu dapat diterjemahkan dalam ujud ada timbal balik antara individu dan organisasi. Semakin puas seseorang dengan pekerjaannya, semakin mereka komit kepada organisasi.”

Merasa stres (umpamanya merasa emosi terkuras, tegang) tidak hanya
berkontribusi terhadap kepuasan bekerja, tapi juga merupakan variabel yang tinggi kontribusinya terhadap niat untuk keluar dari organisasi.

Jelasnya, emosi-emosi itu adalah respon terhadap tingkat stres di dalam pekerjaan yang dialami oleh karyawan, dan karenanya menjadi penting dipertimbangkan untuk melakukan strategi intervensi yang akan mengurangi stres itu.

Penting juga untuk mengeksplorasi tingkat komunikasi antara karyawan dan majikan untuk mendeteksi penyebab stres dalam bekerja, di mana Moore (2002) dalam Firth (2004) menemukan bahwa tingkat komunikasi yang rendah antara manajemen dan bawahan berkontribusi pada naiknya perasaan stres dan hal itu terkait dengan niat untuk keluar dari organisasi. Dari temuan lainnya ternyata persepsi adanya dukungan atasan dapat mengurangi niat untuk keluar dari organisasi (Firth; 2004).

Carmeli (2003) ketika meneliti hubungan antara kecerdasan emosi dan sikap dalam bekerja menemukan bahwa kecerdasan emosi para manajer senior berkembang menjadi keterikatan emosional mereka kepada organisasi, dan mereka menjadi lebih komit kepada karir mereka. Penemuan lain juga menunjukkan bahwa manajer yang...

hal 61

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

kecerdasan emosionalnya tinggi cenderung lebih puas dengan pekerjaan mereka.

Mereka mengetahui bahwa mereka memiliki tanggung jawab pada pekerjaaannya, dan di saat yang sama mereka menyadari bahwa mereka mungkin mengabaikan keluarga dan kebutuhan mereka.

2.1.4. Komitmen

Satu yang dicari oleh organisasi adalah memiliki karyawan yang memiliki
komitmen tinggi. Komitmen ini penting sekali, karena tanpa komitmen, sepandai apapun karyawan itu, akan kurang bermanfaat bagi perusahaan. Karena pentingnya komitmen, banyak ahli yang telah mengkaji konsep ini.

Price (2002) dengan indah menyatakan hal itu “Tanyakan pada anggota tim, manajer atau pemimpin senior tentang sikap dan sifat-sifat yang mereka anggap paling berharga, dan komitmen normalnya muncul teratas pada daftar. Dan penelitian mengkonfirmasi apa yang telah diketahui oleh intuisi – bahwa perbaikan pada komitmen karyawan akan menaikkan produktivitas, karyawan tetap bekerja di organisasi itu, dan tingkat profitabilitasnya yang membaik.

Komitmen adalah sikap global seseorang sebagai akibat dari pengenalan lingkungan, kemauan yang kuat untuk mendukung organisasi, dan perasaan bahwa upaya orang itu akan diakui dan dibalas oleh perusahaan (Stephen & Annette, 1997).

Fenomena komitmen telah banyak diteliti dengan alasan bahwa komitmen itu mempengaruhi sikap dan perilaku individu di tempat kerja. Di antara perilaku itu, fokusnya adalah pada tingkat keluar masuknya karyawan dan bagaimana hal itu dipengaruhi oleh komitmen (Eunmi; 1999).

hal 62
Daftar Isi
hal 63

Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005

DR. Dwi Suryanto

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.