Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
Jika kita bicara tentang kepuasan kerja, selalu saja menyangkut dengan upah, namun hal itu bukanlah hal terpenting. Ada hal lain seperti mendapatkan keahlian dan kesempatan belajar di mana hal itu perlu pula mendapat perhatian dari organisasi.
Linz (2003) dengan tepat menggambarkan hal itu dengan mengatakan: “Walau pertambahan upah penting – karyawan dengan pendapatan tinggi melaporkan kepuasan yang tinggi pula – karyawan negeri Rusia yang berpartisipasi dalam survei menekankan pentingnya mendapatkan keahlian dan kesempatan untuk belajar.”
Dengan perubahan yang makin cepat di dunia bisnis seperti sekarang ini, sering terjadi konflik dan ketidakjelasan peran. Koustelios (2004) menemukan bukti pendukung dari pendapat ini. Ia menjelaskan bahwa naiknya konflik peran dan ketidakjelasan peran dapat memperendah kepuasan terhadap pekerjaan dan aspek supervisi dari pekerjaan itu sendiri.
Jika karyawan puas mereka akan lebih bertanggungjawab terhadap pekerjaan mereka. Mereka kemungkinan besar tidak akan mengabaikan tanggung jawab pekerjaan mereka jika mereka puas dan berkomitmen, percaya bahwa atasan mereka menunjukkan keahlian dan pertimbangan serta persepsi bahwa ada altruisme dan kekompakan yang tinggi diantara anggota kelompok (Kidwell dan Nathan; 2001).
Dalam dunia kerja kita, orang yang masih bekerja kontrak selalu saja ingin menjadi karyawan tetap. Dari studinya Patrick (1996) mendapatkan bahwa pengawas melaporkan kepuasan kerja yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan karyawan yang bekerja berdasar jam. Sedangkan komunikasi dengan atasan adalah prediktor...
hal 59
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
signifikan terhadap kepuasan bekerja tidak tergantung kepada tingkat jabatan dalam pekerjaan.
Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa kepuasan bekerja adalah penentu dari komitmen atas dasar pertukaran sumber daya antara individu dan organisasi (Angle & Perry, 1983; Williams & Hazer, 1986) dalam Martin (1996).
Smith dan Rupp (2003) melakukan studi yang meneliti hubungan antara umur, jenis kelamin, pangkat, masa kerja dan kepuasan bekerja. Mereka mengambil sampel dari universitas di Inggris. Mereka menemukan bahwa pangkat seseorang dan masa kerja di perguruan tinggi adalah prediktor dari keseluruhan tingkat kepuasan kerja karyawan.
Namun walau pangkat akademik secara kuat dan positif berhubungan dengan keseluruhan kepuasan kerja seseorang, masa kerja di perguruan tinggi berhubungan secara negatif dengan kepuasan kerja. Sebagai tambahan, ketika jenis kelamin, umur, dan masa kerja tidak berhubungan secara signifikan dengan kepuasan kerja, beberapa hubungan interaktif antar variabel seperti pangkat dan jenis kelamin atau masa kerja, dan umur secara statistik signifikan.
Eskildsen dkk. (2003) meneliti perbedaan kepuasan bekerja dan motivasi di negara-negara Nordic (Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Swedia). Survei yang mereka lakukan meliputi sampel sebanyak 9.623 pegawai yang dipilih secara acak dari keempat negara itu. Yang ditemukan adalah bahwa pegawai dari Denmark yang paling puas dibanding lainnya. Selain itu tidak ada perbedaan jenis kelamin dan kaitannya dengan kepuasan bekerja di negara Nordic itu.
hal 60
Daftar Isi
hal 61
Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005
DR. Dwi Suryanto
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
