Halaman 57 dan 58 Disertasi Dwi Suryanto

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Kepuasan kerja ternyata memiliki banyak penyebab. Dari studinya terhadap 225 manajer lulusan tiga universitas lokal di Singapura, Chew (1999) menemukan bahwa perkawinan dan anak-anak memiliki pengaruh positif pada karir sukses seorang laki-laki. Struktur keluarga mempunyai pengaruh signifikan pada pendapatan, namun bukan kepuasan pada sukses karirnya. Kepuasan berasal dari tingginya upah yang didapat.

Satu masalah yang selalu menyertai kerja adalah stres. Siu (1999) mendapati ada perbedaan jender dalam mengelola stres di Hongkong: para manajer wanita memperoleh nilai tinggi pada stres dan niat untuk keluar dari organisasi, tapi mereka rendah nilainya pada kepuasan bekerja, mental yang buruk, dan kesehatan fisik dibanding manajer pria. Perbedaan ini tidak ditemukan pada manajer dari Taiwan, walaupun para manajer wanita melaporkan lebih banyak stress yang terkait dengan peran manajerial dibanding pria rekan-rekan mereka.

Kaitan antara kepuasan kerja dengan komitmen amatlah eratnya. Dari
penelitiannya McCue (1996) mendapatkan bahwa wanita kurang komit terhadap organisasi dibanding pria. Hal ini merupakan pengulangan dari penelitian-penelitian terdahulu. Ia menemukan pula bahwa pria dan wanita rendah nilainya pada keterlibatan dalam organisasi, tapi melaporkan adanya kepuasan yang tinggi dalam bekerja. Semakin tinggi peringkat prestasi kerja, kemungkinan besar orang itu mengalami kepuasan yang lebih besar dan mempersepsi dirinya sebagai lebih terbuka terhadap pengawasnya, begitu pula pengawas lebih terbuka dengannya (Gemmil; 1969).

hal 57

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

Bekerja menghabiskan hampir sepertiga dari waktu yang kita miliki sehari-hari.

Interaksi sehari-hari dengan orang lain di tempat kerja seringkali berkaitan dengan rasa puas dalam bekerja. Hal itu juga ditegaskan oleh Yoon dan Thye (2002) ketika mereka mengatakan, “Kami tidak terkejut bahwa pengalaman bekerja sehari-hari (misalnya, otonomi, variasi, dan beban kerja) memiliki pengaruh paling langsung dan paling kuat terhadap perasaan puas, dan kurang bisa memprediksi terhadap persepsi abstrak dari dukungan organisasi.”

Ketika orang memasuki suatu organisasi, ia akan mendapatkan penjelasan tentang organisasi itu serta menjalani pelatihan-pelatihan. Dari studinya Lam dan Zhang (2003) menemukan bahwa job karakteristik serta pelatihan dan pengembangan, mempengaruhi kepuasan kerja dan komitmen organisasi diantara para pegawai baru.

Sedangkan “kompensasi dan keadilan” dapat membantu memperbaiki komitmen pada organisasi, namun terhadap kepuasan bekerja tidak ada hubungannya.

Kepuasan kerja tidak saja penting untuk karyawan staf, namun juga bagi para manajer. Setelah meneliti tingkat kepuasan dari sampel para manajer dari Negara Inggris dan Denmark, Pors (2003) merasakan betapa pentingnya masalah kepuasan bekerja pada para manajer. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kepuasan bekerja pada para manajer mungkin merupakan satu hal yang akan merembes ke seluruh organisasi dan sangat mempengaruhi iklim psikologis di organisasi tersebut.

Sering orang mempertanyakan apakah ada perbedaan yang berarti antara bekerja pada sektor publik dan swasta. Dari pilot studinya Brunetto (2004) menemukan bahwa ada lebih banyak persamaan kepuasan terhadap proses organisasi antara karyawan di sektor publik dan karyawan swasta.

hal 58
Daftar Isi
hal 59

Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005

DR. Dwi Suryanto

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.