Halaman 55 dan 56 Disertasi Dwi Suryanto

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

mempengaruhi keseluruhan pengalaman bekerja yang menyenangkan dari seorang bawahan, termasuk kinerjanya (Krishnan; 2004).

2.1.3. Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja adalah konsep yang amat penting dalam Manajemen Sumber Daya Manusia. Demikian banyak perannya konsep ini sehingga sangat banyak para ahli yang meneliti kaitan antara kepuasan kerja dengan kinerja, dengan komitmen, dengan motivasi dan sebagainya.

Wood (1998) mendefinisikan kepuasan kerja adalah suatu tingkat di mana individu-individu merasa positif atau negatif terhadap pekerjaan mereka. Menurutnya, kepuasan kerja pada dasarnya merupakan respon emosional terhadap pekerjaan yang dimiliki oleh individu baik dalam bentuk kondisi kerja fisik maupun sosial.

Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan karyawan puas merupakan upaya yang banyak mendapat perhatian para ahli. Seringkali dianggap bahwa kepuasan kerja datangnya dari faktor intrinsik, namun Smith (1996) tidak menemukan bukti itu, sebaliknya ia menemukan bahwa ada lebih banyak faktor ekstrinsik yang secara signifikan mampu menerangkan keseluruhan kepuasan kerja dibanding faktor instrinsik

Namun pendapat Smith itu bertentangan dengan Savery (1996). Menurutnya, nampaknya motivator intrinsik adalah item yang terpenting yang mempengaruhi karyawan puas atau tidak puas. Hal yang menarik adalah dari 12 item untuk mengukur kepuasan kerja, uang nampaknya pada rangking lebih rendah tingkat pentingnya pada kepuasan kerja dibandingkan pada daftar ketidakpuasan dalam bekerja. Penemuan ini mendukung pendapat Herzberg. Dari hasil itu dapat disarankan...

hal 55

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

agar bagi organisasi perlu memperkaya motivator intrinsik seperti pengakuan atas kinerja yang bagus, perasaan berprestasi, pekerjaan yang menarik dan menantang akan memiliki dampak lebih besar dalam meningkatkan kepuasan kerja dan sekaligus mengurangi tingkat ketidakpuasan dalam bekerja.

Namun para manajer secara konsisten mencoba untuk membeli kepuasan kerja dengan cara menaikkan upah dibanding merestrukturisasi pekerjaan dalam rangka memberdayakan karyawan.

Kepuasan kerja juga tergantung kepada gaya kepemimpinan atasan.

Dari salah satu hasil dari studinya, Savery (1994) mendapatkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis akan mengarah pada perasaan positif pada komitmen organisasi dan juga mengakibatkan makin tingginya kepuasan bekerja. Oleh karenanya, aktivitas yang mengarah pada sistem demokratis seharusnya mengarah pada perbaikan-perbaikan pada tempat kerja.

Kepuasan kerja ini juga berlaku di dunia belajar-mengajar seperti di
universitas. Oshagbemi (2000) mendapati bahwa keseluruhan kepuasan bekerja pengajar di universitas secara signifikan berkorelasi dengan lamanya masa kerja di universitas yang sekarang.

Ketika meneliti Machiavellianisme di bank, Siu dan Tam (1995) menemukan kenyataan bahwa manajer yang Machiavellianisme tinggi, memiliki hubungan yang lemah dengan suksesnya di sektor bank (misalnya responden yang rendah nilai Machiavellianisme-nya cenderung mendapat jabatan yang lebih tinggi). Ini berarti bahwa Machiavellianisme sebagai karakteristik pribadi, tidak akan membantu seseorang menanjak dalam tangga organisasi.

hal 56
Daftar Isi
hal 57

Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005

DR. Dwi Suryanto

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.