Halaman 51 dan 52 Disertasi Dwi Suryanto

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

bawahan yang cacat dibanding bawahan yang normal. Namun ketika bawahan yang cacat itu tidak ‘mencari muka’ ia mendapat nilai LMX yang lebih rendah jika dibanding bawahan lain yang tidak cacat (Colella dan Varma; 2001).

Aktivitas penentuan tujuan di dalam organisasi terjadi antara pengawas dan bawahannya (Quick; 1979).

Pengawas memiliki pandangan (yang jauh lebih positif) yang berbeda secara signifikan ketika melihat hubungan atasan – bawahan dibanding bawahan wanita. Penemuan lainnya berupa adanya wanita bawahan secara signifikan memiliki korelasi LMX yang lebih tinggi ketika atasannya juga wanita jika dibandingkan dengan ketika atasannya pria. Penemuan penting lainnya adalah bahwa seorang wanita bawahan memiliki gagasan yang amat baik tentang bagaimana pengawas mempersepsi hubungan mereka (LMX), walau persepsi bawahan itu berbeda secara signifikan. Hal ini perlu adanya komunikasi yang lebih baik antara kedua belah pihak (Varma dan Stroh; 2001).

Perlakuan atasan kepada bawahannya haruslah adil. Hal ini jelas dikatakan oleh Sias (1995): “Dengan lain kata ketika perlakuan atasan dipersepsi sebagai adil, bawahan kecil kemungkinan bicara tentang suatu kejadian kepada rekan sekerjanya.

Sebaliknya, ketika perlakuan atasan dipersepsi tidak adil, karyawan itu kemungkinan besar akan membicarakan hal itu kepada karyawan lain. Jadi bawahan kemungkinan besar akan bicara sesuatu yang mereka anggap tidak adil, dibanding dengan perlakuan yang adil.” Konsisten dengan penelitian-penelitian terdahulu, LMX secara positif berkorelasi dengan komitmen organisasional, kepuasan kerja dan kesejahteraan (wellbeing) (Epitropaki dan Martin; 1999).

hal 51

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

Ketika LMX tinggi, tidak ada perbedaan antara masa kerja yang sebentar dan lama pada komitmen organisasional, kepuasan kerja dan kesejahteraan. Karyawan yang memiliki perbedaan masa kerja yang besar dengan manajernya, dan juga rendah nilai LMX-nya, melaporkan buruknya organisasional, kepuasan kerja dan kesejahteraan mereka (Epitropaki dan Martin; 1999).

Paradigma ketertarikan – kemiripan menyatakan bahwa adanya kesesuaian antara gaya kognitif antara manajer dan bawahannya mungkin menghasilkan hubungan atasan – bawahan yang positif.

Namun dari studi terhadap 142 pasangan manajer dan bawahannya pada dua organisasi manufaktur besar gagal mendukung gagasan itu. Penemuannya malah berupa pemimpin yang intuitif, mungkin menjadi pemimpan yang kurang dominan dan lebih menyejahterakan dibanding pemimpin yang analitis, dan mereka lebih disenangi dan dihormati oleh bawahan yang bersifat analitis dibanding seorang pemimpin yang analitis memiliki bawahan yang intuitif.

Hasil juga menunjukkan bahwa derajat perbedaan gaya kognitif antara manajer dan bawahannya mungkin mempengaruhi hubungan antar pemimpin dan bawahannya (Allinson; 2001).

Hubungan antara atasan dan bawahan dapat terjadi jika berdasar pada rasa keadilan antara majikan dan karyawan (Grenny; 1993).

Chiu (1997) meneliti bagaimana pengaruh perbedaan antara persepsi
pekerjaan bawahan dengan persepsi atasannya. Hasil yang didapat ternyata walau perbedaan persepsi itu kecil antara atasan dan bawahannya, namun hal itu akan memiliki efek langsung pada ketidakpuasan bawahan, dan memiliki efek tidak langsung terhadap niat untuk keluar dari organisasi. Oleh karenanya penting bagi atasan dan bawahan untuk berkomunikasi secara terbuka saling berbagi pandangan..

hal 52
Daftar Isi
hal 53

Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005

DR. Dwi Suryanto

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.