Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
dengan cara-cara baru, dan dapat membangkitkan semangat serta menginspirasi pengikut untuk mencapai tujuan. Pemimpin transformasional ini punya karisma tapi berbeda dengan pemimpin karismatik di mana pemimpin mendorong bawahan untuk mempertanyakan pandangan yang sudah ditetapkan oleh pemimpin (Armandi, 2003).
Sukses dari bisnis yang berskala global tergantung kepada manajemen para pemimpinnya dan pengembangan sumber daya manusia yang sangat penting, termasuk karyawan pada tahap akhir dari karir mereka. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa model peran adalah penting bagi individu-individu pada keseluruhan karir mereka.
Karyawan yang lebih tua yang mempersepsi bahwa mereka punya model peran di organisasi dan mereka mengidentifikasikan diri dengan model peran itu pada perasaan kemiripan nilai-nilai dan tujuan, ternyata mampu menaikkan komitmen pada organisasi dan pada pekerjaan serta kepuasan dalam karir mereka (Gibson dan Baron; 2003).
Dari studinya terhadap dimensi keahlian manajerial di Amerika Serikat dan tujuh negara Eropah, Robie (2001), menemukan bahwa keahlian manajerial di kedua benua itu lebih banyak persamaannya dibanding perbedaannya. Dari penemuannya, kemampuan memecahkan persoalan yang kompleks dan belajar secara cepat di satu pihak dan bekerja keras serta tekun di lain pihak merupakan prasyarat dari pemimpin efektif, tidak peduli anda memimpin di Pittsburgh atau di Paris.
Situational Leadership Model (SLM) menggambarkan empat gaya kepemimpinan dalam dua dimensi, yang sumbunya didefinisikan sebagai “perilaku tugas (task behavior)” dan “perilaku hubungan (relationship behavior).” Keempat gaya itu disebut “S1” (tugas tinggi, hubungan rendah), “S2” (tugas tinggi, hubungan...
hal 35
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
tinggi), “S3” (tugas rendah, hubungan tinggi), dan “S4” (tugas rendah, hubungan rendah) (Butler dan Reese; 1991).
Para agen yang bekerja pada manajer yang memiliki gaya kepemimpinan“tugas tinggi, hubungan rendah (high task, low relationship) berkinerja lebih baik dibanding agen yang bekerja pada manajer yang memiliki gaya kepemimpinan lainnya (Butler dan Reese; 1991).
Brightman (1999) menawarkan kepada pemimpin cara pandang alternatif terhadap suatu organisasi. Dia menyarankan karena sukses suatu organisasi dibangun atas dasar partisipasi dan kerja yang baik dari karyawannya, sebaiknya organisasi dipandang sebagai sebuah negara. Dengan demikian anggota negara itu akan melakukan organizational citizenship yang didefinisikan sebagai komitmen sukarela yang konsisten terhadap tujuan, metoda, sukses sebuah organisasi.
Sebagian besar strategi kepemimpinan ditujukan untuk menciptakan hasil bisnis yang spesifik, oleh karenanya efektivitas mereka akan tergantung pada penciptaan budaya patriotisme di seluruh organisasi.
Bennis dan Nanus dalam Morden (1997), mengidentifikasi kualitas kunci
kepemimpinan sebagai berikut:
• Kesadaran pada diri sendiri, meningkatkan pengetahuan diri, dan kesadaran
terhadap keterbatasan diri sendiri dan orang lain;
• Ketekunan pribadi dan komitmen;
• Keinginan dan kemauan untuk selalu belajar;
• Kemampuan mengenali, belajar, dan mencari hikmah dari kegagalan dan
kesalahan;
hal 36
Daftar Isi
hal 37
Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005
DR. Dwi Suryanto
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
