Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
pertukaran antara atasan dengan bawahannya. Interaksi atau pertukaran tersebut terjadi dalam ruang negosiasi (Negotiating latitude). Ruang negosiasi merupakan proses penyusunan peran (the role formation process) yang terdiri dari tiga tahap.
Pertama adalah penilaian atasan terhadap bawahan. Pada proses ini terjadi pengambilan peran (role taking) melalui pemahaman atasan dan bawahan berkaitan dengan rasa hormat yang diinginkan oleh masing-masing pihak.
Kedua, terjadi negosiasi informal mengenai peran. Pada proses ini terjadi pembuatan peran (role making) dengan membangun kepercayaan, agar masing-masing pihak dapat saling menjalin hubungan dan saling mempengaruhi terhadap sikap dan perilaku masingmasing.
Ketiga, muncul pola pertukaran sosial (social exchange pattern). Pada proses ini terjadi rutinitas peran (role routinization) dengan membentuk kewajiban (obligation) bersama.
Dengan demikian selain teori peran, pondasi dari pendekatan alternatif
Graen juga menggunakan teori pertukaran social (social exchange theory).
Teori pertukaran sosial dalam pendekatan LMX seperti yang telah disebutkan di atas digunakan untuk menjelaskan proses penyusunan peran, khususnya pada tahap terjadinya rutinitas peran dalam proses interaksi atau pertukaran antara atasan dengan bawahannya.
Dengan kata lain aplikasi teori peran dalam pendekatan LMX tersebut bersama-sama dengan teori pertukaran sosial digunakan untuk menganalisis kualitas hubungan atasan-bawahan.
Dalam suatu interaksi atau hubungan atau pertukaran, orang umumnya lebih mengenal suatu interaksi atau hubungan atau pertukaran yang bersifat formal. Namun sebenarnya terdapat pula hubungan yang tidak terlalu formal tetapi dapat menentukan
hal 19
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
kualitas hubungan tersebut. McDonald dan Makin (2000) menyebutkan bahwa studi tentang hubungan yang tidak terlalu formal dimaksud pernah dilakukan oleh Argyris (1960) dan Shein (1980). Hubungan yang dimaksud adalah kontrak (hubungan) psikologis yaitu sekumpulan harapan-harapan (expectations) individu yang menetapkan apa yang diharapkan individu dan organisasi untuk saling memberi dan menerima (Wood; 1998).
Selain yang dimaksud oleh Wood tersebut, kontrak psikologis merupakan janji (promissory) dan kewajiban-kewajiban (obligations) yang tidak tercakup dalam kontrak pekerjaan formal (Robinson dan Rousseau; 1994) dalam Wood (1998).
Manor (2001) menjelaskan bahwa interaksi atau pertukaran dalam ruang negosiasi seperti yang telah diuraikan sebelumnya diasumsikan berhubungan dengan faktor pekerjaan (job content) seperti kepuasan kerja (Duchon dkk.; 1986, Graen; 1982), peringkat kinerja (Wayne; 1997, Wayne dan Ferris; 1990).
Ia juga menambahkan bahwa interaksi itu terkait dengan respon afektif masing-masing baik atasan maupun bawahan seperti atasan tertarik pada bawahan (Wayne & Ferris; 1990), kemiripan persepsi atasan-bawahan (Graen & Cashman; 1975), kemiripan demografis (Tsui & O’Reilly; 1989), serta komitmen (Gundlach; 1995).
Selain ke dua variabel tersebut berdasarkan temuan studi akhir-akhir ini faktor personal juga memberikan kontribusi kepada kualitas interaksi atau pertukaran yang dimaksud.
Berdasarkan uraian tentang teori Leader-Member Exchange (LMX) tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan atau interaksi atasan-bawahan menjadi...
hal 20
Daftar Isi
hal 21
Judul disertasi: Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja - Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005
DR. Dwi Suryanto
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
