Menjual dengan Kecerdasan Emosi

Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya

Menjadi Pemimpin Karismatik

Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya

Atasan Yang Sangat Menjengkelkan...

Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar…

Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya

Pengantar (bag 9): Pendapat Orang-Orang tentang Kepemimpinan

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Dunia kepemimpinan memang kompleks. Melalui wawancara dengan para pemimpin, saya sering mendengar pernyataan seperti di bawah ini. Lihatlah apakah pendapat anda sudah terwakili oleh pernyataan itu.

Terus terang saya tidak tahu bagaimana caranya memimpin yang baik. Mungkin memperhatikan nasib bawahan sayalah yang saya anggap baik dalam memimpin. Walau saya sudah mati-matian memberi perhatian pada mereka, nampaknya mereka mengganggap sepi upaya itu. Mereka kerja seenaknya saja, apalagi jika mereka sudah punya posisi yang mapan. Ada teman saya yang nampaknya santai-santai saja, namun kinerja group-nya menawan. Terus terang, saya ingin tahu rahasia kesuksesan dalam memimpin kelompok itu.

Intinya adalah pengawasan. Kalau kita bisa mengawasi bawahan bekerja sesuai dengan peraturan, saya rasa itu berarti kita sudah memimpin dengan baik. Bukankah peraturan perusahaan memang dibuat untuk memastikan tujuan perusahaan dapat tercapai. Inilah pedoman yang saya dapat ketika saya kursus kepemimpinan. Tapi kenyataannya ternyata berbeda. Semakin ketat saya mengawasi, bawahan saya malah memanfaatkan celah-celah peraturan itu untuk mereka manfaatkan. Saya malah dianggap kurang mempercayai mereka. Apa yang harus saya lakukan?

Tepuk punggungnya dengan lembut, puji bawahan kita, niscaya mereka akan bekerja baik. Dan jika itu kita lakukan secara konsisten, maka kita dapat mengelola mereka dengan baik, atau dengan kata lain, kita sudah memimpin yang baik. Pada waktu pertama kali saya puji, wah, surprise, mereka nampak begitu bersemangat. Namun ketika saya sering memuji, mereka menganggap pujian saya itu biasa saja. Saya jadi kesal. Ketika kinerja group kami tidak tercapai, apa lagi yang harus saya puji? Agar mereka tahu, masalah kinerja itu serius, saya sering mulai memarahi mereka, dan tanpa terasa pujian-pujian saya mulai hilang. Sesampai di rumah, kemarahan itu masih melekat di pikiran saya. Saya tahu ini tidak benar, namun saya tidak tahu apa yang mesti saya lakukan. Cara yang halus sudah saya lakukan, namun tidak berhasil...

Pelbagai buku kepemimpinan sudah saya baca. Iya sih, memang tidak saya baca sampai habis buku-buku itu, tapi saya rasa saya sudah dapat menangkap pesan utamanya. Pelatihan kepemimpinan sudah berkali-kali saya ikuti, bahkan ada pelatihan di lapangan seperti militer. Namun rasanya saya masih tidak diperhatikan oleh bawahan saya. Begitu saya pergi sebentar saja, nampaknya mereka malah bergembira. Segera saja mereka bergerombol dan mengobrol. Bingung juga saya, apa yang harus saya lakukan.

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

Saya dulu punya pemimpin yang galak. Sungguh, ketika saya dipanggil menghadap di ruangan bos saya, ia selalu memarahi saya. Waktu itu saya masih seorang supervisor yunior, dan bos itu adalah atasan saya yang pertama. Celakanya, tanpa terasa gaya kepemimpinan yang galak itu ternyata amat mempengaruhi saya dalam memimpin. Saya dikenal sebagai seorang atasan yang galak. Saya kenal namanya pemberdayaan, memimpin secara demokratis, tapi begitu dihadapan bawahan saya, saya cenderung keras, galak, apalagi jika bawahan itu mulai berani membantah perintah saya. Saya merasa gaya memimpin bawahan seperti itu kurang tepat, tapi caranya bagaimana ya agar saya bisa memimpin dengan lembut, luwes, tapi hasilnya tetap bagus?

Bagi saya, memimpin seperti menemukan diri saya yang sejati. Apa yang orang lain tanggapi tentang saya, adalah cermin dari sesungguhnya siapa diri saya. Jika saya menjumpai bawahan saya sebagian besar bandel dan pembangkang, wah saya harus hati-hati, jangan-jangan saya juga demikian. Tapi intinya, saya jadi belajar lebih banyak tentang diri saya dari bawahan yang saya pimpin.

Sungguh suatu kenikmatan tersendiri menemukan potensi bawahan saya yang hebat. Sejalan dengan kemajuan bakat yang saya temukan itu, tanpa terasa saya juga berkembang. Bagi saya menjadi pemimpin adalah menemukan bakat-bakat yang bagus dan mengembangkannya...

Saya sungguh yakin jika bawahan kita berikan kepercayaan penuh, mereka akan menjaga kepercayaan itu, karena jauh di dalam diri kita, kita adalah orang-orang baik yang tidak ingin menghianati apa yang dipercayakan kepada kita. Berdasar pengalaman saya, untuk memimpin bawahan secara efektif, kita harus berani mempercayai para bawahan kita.

Menurut saya jadi pemimpin mudah sekali. Saya pasif saja dalam memimpin. Lagi pula pekerjaan di perusahaan peraturannya sangat ketat, jadi yang saya lakukan adalah hanya menjaga agar segala sesuatu bisa berjalan sesuai dengan prosedur. Dan jika hal itu saya lakukan ketat, hasilnya bagus. Memang sih, saya kadang ragu apakah memimpin seperti itu yang benar. Nampaknya saya masih berpegang pada pepatah, “Jika tidak rusak, mengapa harus memperbaiki.”

Bagian 10: Anekdot bis sebagai pengingat

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.