Menjual dengan Kecerdasan Emosi

Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya

Menjadi Pemimpin Karismatik

Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya

Atasan Yang Sangat Menjengkelkan...

Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar…

Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya

Pengantar (bag 7): Pandangan Orang tentang Kepemimpinan

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Pagi hari yang indah itu, saya dan rombongan akan piknik ke pantai naik bis. Bis yang kami pakai bernama “Arjuno”. Warna biru mendominasi bis itu, dan di samping kiri kanan bis ada lukisan sepasang elang yang terbang menyusuri langit. Kami, para penumpang, langsung saja naik. Di bagian belakang, ada dua orang awak bis, mereka adalah Joko dan  Urip. “O, pasti mereka untuk sopir cadangan, soalnya ini perjalanan jauh,” pikir saya.

Sang sopir, Rusmin, sudah bersedia di belakang kemudi. Wajahnya yang prasojo, namun meyakinkan, cukup membuat kami semua mantap, perjalanan kami akan menyenangkan.

Di luar saya lihat pohon-pohon bergoyangan seakan iri melihat kegembiraan kami semua. Mesin bis dihidupkan, AC hidup, dan langsung saja kesejukan makin menambah dinginnya udara pagi itu.

Bis mulai berjalan. Bayang-bayang pohon mulai berlari kecil menjauhi kami. Bis itu berjalan pelan-pelan. Kami pak sopirnya demikian hati-hati. Setelah sekian lama, bis masih berjalan pelan, dan kami berpikir, “Oh, bis ini perlu warming up, pemanasan dulu, soalnya masih pagi, barangkali mesinnya masih dingin.”

Bis terus saja berjalan pelan. Tiba-tiba salah seorang penumpang berteriak tidak sabar, “Pak, kok pelan terus, bisa setahun kita baru sampai ke pantai. Cepatan dikit dong, Pak.” Teriakan orang itu nampaknya mewakili keinginan kami semua. Kami berharap pemanasan bis itu cukup, dan bis akan segera melaju kencang.

Tapi bis tetap berjalan pelan bagai kura-kura yang malas. Tiba-tiba Joko, crew bis yang duduk di belakang, langsung berjalan ke depan dan berbicara kepada kami, “Maaf bapak-bapak, biar saya saja yang menggantikan menyopir. Percayalah, bapak-bapak tidak kesal karena saya akan menyopir dengan cepat...”

Mendengar perkataan Joko itu, para penumpang lega. “Ya, harus diganti, masak nyopirnya kayak nenek-nenek yang jalan pelahan takut kesandung batu,” kira-kira demikianlah pikiran para penumpang itu.

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

Tiba-tiba wus, bis melaju kencang. Pohon-pohon dan rumah-rumah di luar bis kami seolah berlari bagaikan kilat. Para penumpang mulai bergembira. Bekal-bekal mulai dibuka, dan para penumpang mulai menikmati makanan mereka masing-masing. Lemper, keripik kentang, kacang goreng segera mereka santap.

Tiba-tiba penumpang di bagian depan berbisik kepada teman di sampingnya, “Astaga, spedometer menunjukkan angka 93, berarti bis ini sudah sangat cepat.” Para penumpang lain juga merasakan hal yang sama, bis melaju begitu kencang. Jika tadinya penumpang menggerutu karena mendapat sopir yang alon-alon waton kelakon, sekarang sopirnya begitu ngebut.

Ketika dilirik wajah sopir itu, ah, dia kelihatan begitu bergembira. Para penumpang itu menjadi khawatir, takut celaka, soalnya lalu lintas di depan mulai ramai. Namun bis itu tidak memperlambat lajunya, malah makin cepat. “Gila ini. Pir, sopir,  perlambat dikit dong, bisa cepat ke neraka nih,” terdengar teriakan seorang gadis yang tidak tahan berada di bis yang ngebut itu. Para penumpang lain juga berteriak agar bis dipelankan.

Dengan susah payah, akhirnya bis itu bisa berhenti. Berhentinya pun dengan tiba-tiba sehingga botol-botol, dus-dus bahkan sandal-sandal di bawah kursi ikut terseret ke bagian depan bis.

Akhirnya sopir digantikan oleh crew yang lain, yaitu Urip. “Nah, nyopir itu begini, cermat, enak, nglaras, tidak seperti dikejar setan,” demikian celetuk seorang ibu setelah “menikmati” sopiran Si Urip. Memang benar, sopir itu menyopir begitu cermat, kadang cepat kadang lambat disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di jalan raya itu. Ketegangan yang tadi begitu menyesak di dada, pelan-pelan mencair. Makanan yang tadi sempat terhenti karena tegang, kembali dinikmati. Para penumpang mulai membayangkan betapa nikmatnya nanti di pantai. Pantai yang berpasir putih lembut. Ombak yang besar namun ramah yang mampu merayu orang-orang untuk mereguk kenikmatan yang mendesir di kaki. Gadis-gadis bule yang berjemur dan berlarian di pantai, ah, makin dibayangkan makin indah. Bayangan-bayangan itu bermain di kepala, makin lama makin kabur, dan tanpa terasa para penumpang banyak yang tertidur.

Tiba-tiba bis berhenti mendadak. “Ada apa lagi ini,” teriak seorang penumpang yang geragapan bangun. Ternyata bis itu baru saja dihentikan oleh polisi lalu lintas. Ternyata ada rambu yang dilanggar. Ada tanda bis tidak boleh masuk, namun pak sopir yang cekatan itu ternyata tidak mengenal rambu-rambu lalu lintas. Akibatnya, bis itu dengan terpaksa berhenti cukup lama karena masih banyak urusan antara sopir bis itu dengan polisi lalu lintas.

Ketika menunggu proses itu selesai, saya sempat berbincang dengan para ex-sopir tadi. Ternyata hasilnya mengejutkan: Rusmin sopir pertama tadi, ternyata hanya bisa menyopir lambat-lambat saja, ia memang tidak bisa menyopir cepat. Joko, adalah sopir spesialis cepat, ngebut, namun ia tidak bisa menyopir pelan. Urip, adalah sopir hebat, namun ia buta rambu lalu lintas. Akibatnya, perjalanan piknik terganggu, dan situasinya menjadi tidak nyaman.

Bagian 8: Jebakan satu gaya kepemimpinan

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.