Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya |
Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya |
Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar… Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya |
Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
Perubahan. Itulah kata kunci yang sedang dihadapi organisasi sekarang ini. Dunia bisnis lebih merasakan betapa gempuran perubahan demikian dahsyat. Persaingan yang makin menggila. Biaya produksi yang makin membengkak. Harga minyak, listrik, dan telepon yang terus menanjak.
Konsumen yang makin pintar. Serikat pekerja yang makin agresif menyuarakan hak-hak karyawan. Teroris dengan bomnya yang meledak di mana-mana. Tuntutan pemegang saham yang makin tidak sabar terhadap rencana jangka panjang perusahaan, dan begitu banyak lagi tantangan yang dihadapi berbagai perusahaan sekarang ini.
“Kualitas kepemimpinan, lebih dari pada faktor lainnya, menentukan sukses atau gagalnya sebuah organisasi”
- FRED FIEDLER & MARTIN CHEMERS
Di dunia pemerintahan, sipil, dan lembaga non-profit, tuntutan dari banyak pihak juga makin merepotkan. Tuntutan transparansi, bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme telah membuat lembaga pemerintah makin hati-hati menjalankan aktivitasnya. Tuntutan masyarakat terhadap layanan publik juga makin tinggi. Anggaran yang makin menipis seiring dengan kesulitan keuangan negara makin memperparah kondisi ini.
Dunia bisnis internasional juga ini sedang menghadapi perubahan yang dahsyat. Tidak saja bisnis menghadapi lingkungan bisnis yang keras, namun organisasi sekarang ini juga lebih peduli kepada kualitas para pemimpinnya. Ada kepedulian yang besar akan adanya krisis kepemimpinan di dunia bisnis.
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
Pertimbangkan hal berikut: Dalam survei di tahun 2003 yang diadakan oleh Development Dimensions International yang melibatkan lebih dari 1000 organisasi seluruh dunia, didapat fakta, pengembangan kepemimpinan adalah tantangan utama yang dihadapi oleh banyak organisasi tersebut. Masih di tahun 2003, majalah Chief Executive meneliti sebanyak 756 organisasi, dan menemukan, pengembangan kepemimpinan adalah salah satu dari lima prioritas utama dunia bisnis. Studi di akhir tahun 2002, oleh The Conference Board mendapati, hanya sepertiga dari 150 perusahaan yang beroperasi global berani mengatakan, kapasitas pemimpin yang mereka miliki dalam kategori baik atau istimewa.
Perubahan, ya perubahan yang mengakibatkan kekacauan itu. Tapi, organisasi harus menghadapi perubahan itu. Banyak perusahaan langsung saja melakukan restrukturisasi, reformasi, revitalisasi organisasi, reinventing bisnis, dan berbagai istilah hebat lainnya. Semua jargon itu, hanya menyuarakan satu suara, mereka ingin menghadapi perubahan itu dengan sukses.
Ketika kita bicara tentang sukses, maka kuncinya hanyalah pada manusianya. Boleh saja metode perubahan hebat, teknologi paling mutakhir, konsultannya kelas dunia, biaya perubahan tak terbatas, namun yang mampu mengubah segala sesuatu hanyalah orang-orang, para pemimpin dan karyawan organisasi itu. Jelas dibutuhkan pemimpin yang mampu memimpin perubahan itu.
Menurut Burns (1978), seorang pakar kepemimpinan kelas dunia, pemimpin transformasional-lah yang mampu dengan sukses melakukan perubahan itu.
Mengapa? Karena pemimpin transformasional menyediakan visi yang jelas bagi perubahan itu. Ia memiliki tujuan-tujuan yang jelas yang bisa membimbing organisasi itu menuju arah yang baru. Ia memiliki kemampuan untuk mundur sejenak dari aktivitas sehari-hari dan melihat keseluruhan proses perubahan dalam jangka panjang. Ia kadang bisa seperti seorang yang menonton karnaval di sisi jalan dan ikut sibuk melihat hiruk pikuknya karnaval itu, namun ia pun secara teratur mampu berdiri di loteng untuk melihat arah yang dituju dari arak-arakan itu.
Ia menekankan pentingnya melihat kemungkinan-kemungkinan baru, dan ia juga mempromosikan visi masa datang yang menggairahkan. Perilakunya yang selalu mencerminkan sense of purpose, makin meyakinkan pengikutnya bahwa visi itu akan mampu mereka capai.
Ia orang yang mampu membangkitkan inspirasi pada orang lain. Ia juga selalu menjadi contoh bagi karyawannya. Tujuan perubahan adalah mencapai kemungkinan-kemungkinan baru yang lebih menyenangkan dan juga mampu bertahan hidup selama mungkin. Untuk mencapainya, karyawan harus selalu memperoleh “suntikan” energi dari para pemimpinnya.
Pemimpin transformasional mampu menyediakan energi itu, dan bahkan energinya mengalir terus melingkupi para bawahannya.
Ia mempengaruhi cara berpikir baru kepada karyawannya dan ia memperkenalkan proses-proses baru dalam organisasinya. Ia sadarkan karyawan tentang pentingnya perubahan terhadap eksistensi organisasinya. Perubahan adalah suatu proses. Oleh karenanya, ia akan mengubah dulu proses di pikiran karyawan. Agar proses perubahan pemikiran berjalan mulus, ia jelaskan konsep-konsepnya dengan jelas dan sederhana.
Ia tekankan pentingnya memperoleh kebermaknaan yang tinggi dalam bekerja daripada hanya sekedar bekerja mencari nafkah. Di atas segalanya, ia mengajak karyawan untuk selalu belajar, dan ia sendiri menunjukkan bahwa ia adalah seorang pembelajar sejati.
“Problem signifikan yang kita hadapi, tidak dapat kita pecahkan dengan tingkat pikiran yang sama ketika kita menciptakan masalah itu
- ALBERT EINSTEIN
Ia ingin menarik keluar semua kualitas tertinggi manusia. Oleh karenanya, dirinya selalu terkawal oleh tujuan yang jelas, nilai-nilai, moral, dan etika yang tinggi. Ia ingin mengajak pengikutnya mencapai ketinggian derajat manusia. Ia ingin pengikutnya mampu memunculkan potensi mereka, dan mengarahkannya menuju arah-arah yang baru. Dengan berbagai prosesnya (yang dibahas panjang lebar di buku ini), ia mampu mempengaruhi kondisi psikologis dan perilaku bawahan, menuju nilai-nilai baru yang lebih tinggi.
Ia juga menyadari pentingnya budaya dalam perubahan. Ia mampu melihat budaya, seringkali menghalangi upaya perubahan, oleh karenanya, ia siap untuk mengubah budaya itu. Ia menyadari, apa pun upayanya, akan sering terhambat jika budaya di organisasi itu tidak mendukung perubahan. Tapi ia juga tahu, budaya adalah orang-orang. Orang-orang itu memiliki tujuan, komitmen, dan kepentingan masing-masing. Ia akan “membelokkan” kemudian “menyejajarkan” kepentingan pribadi orang-orang dengan kepentingan organisasi.
Ia bergerak “masuk” ke dalam pikiran orang dengan maksud membantunya. Ia menyadari pentingnya “mengusir” rasa takut berubah yang bersemayam dalam benak para pengikutnya. Ia tahu, ketakutan lebih sering karena orang tidak tahu banyak tentang apa yang ditakutkannya, maka ia mengajak karyawan “keluar” dari ketakutan itu, dan ia sendiri menjadi orang pertama yang menghadapi ketakutan itu. Ia menjadikan dirinya bisa dipercaya, dan ia siap menjadi “pelabuhan hati” bagi para pengikutnya.
Ia adalah orang piawai yang mampu membangkitkan komitmen para pengikutnya. Ia mampu meyakinkan pengikutnya, bahwa apa pun upayanya, hanyalah demi mencapai misi organisasi. Ia tidak menempatkan kepentingan pribadinya sebagai prioritas utama.
Ia orang yang menekankan pentingnya kerjasama tim. Membangkitkan inovasi adalah pekerjaannya sehari-hari. Ia sendiri bisa menunjukkan bahwa ia adalah anggota tim yang baik. Ia bangkitkan kerjasama yang harmonis pada para anggota tim organisasi itu.
Perubahan budaya yang ia canangkan, semata-mata untuk menaikkan kinerja para pengikutnya. Ia bahkan siap menerapkan sistem-sistem teknologi tinggi untuk mencapai perubahan yang berkelas tinggi.
Mendengarkan, memperhatikan, menghargai, dan melayani pengikutnya adalah perilaku sehari-hari pemimpin transformasional ini. Akibatnya, para pengikutnya dengan senang hati mengikuti apa saja yang ia katakan. Mereka telah yakin bahwa pemimpinnya itu bergerak hanya demi kebaikan mereka semua.
Ia memandang organisasi bukanlah hanya sekedar sekumpulan orang pencari nafkah. Ia melihat bahwa organisasi itu harus mampu memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar. Ia tentu saja tidak mau jika organisasinya mengakibatkan kerusakan lingkungan atau kerugian orang banyak. Ia mampu mengatur organisasinya bergerak dan beradaptasi terhadap lingkungan.
Jika orang menyelam ke kedalaman sanubari pemimpin ini, di dalamnya hanya ada cinta. Ia mencintai orang. Ia mencintai alam, ia mencintai karyawan, pelanggan, pemasok, dan pemegang saham. Cinta yang ia pancarkan itu, karena ia telah merasakan betapa ia hadir di dunia ini karena cinta, dan karena cinta dari Sang Pencinta Besar-lah ia bisa menjalankan misinya di kehidupan ini.
Oleh karenanya, ia ingin nanti membawa karyanya di dunia ini kepada Penciptanya dengan besar hati. Satu kata yang tepat mewakili pemimpin ini, ia adalah seorang pemimpin efektif, sekaligus seorang spiritualis.
Itulah sebagian saja sebab-sebab mengapa pemimpin transformasional sangat dibutuhkan organisasi sekarang ini. Para pemimpin bisnis di seluruh dunia dan para peneliti telah memujikan pentingnya penerapan kepemimpinan transformasional itu. Oleh karenanya, bacalah, selami, dan refleksikan apa yang anda baca. Saya yakin anda akan sepakat dengan pendapat para pebisnis dan para pakar tadi.
Bagian 12: Bukti-Bukti Ilmiah Kepemimpinan Transformasional
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
