Menjual dengan Kecerdasan Emosi

Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya

Menjadi Pemimpin Karismatik

Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya

Atasan Yang Sangat Menjengkelkan...

Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar…

Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya

Pengantar (bag 1): Kilasan Kepemimpinan Transformasional

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Sepuluh ribu orang tentara itu sedang terkepung oleh puluhan ribu tentara Persia. Mereka kekurangan makanan, jauh dari tanah air, dan sekarang sedang terkepung. Tidak ada satu dambaan di antara mereka kecuali bisa terbang melompati musuh-musuh itu dan mendarat dengan selamat di tanah air mereka. Mudah diangankan, namun hampir mustahil untuk dilaksanakan.

Yang lebih menyakitkan lagi, mereka baru saja dikhianati oleh pemimpin mereka sendiri. Pemimpin yang kejam, keras, dan bengis itu sekarang sudah meninggalkan mereka. Sekarang mereka bingung, kacau, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tekanan yang dilakukan tentara Persia makin menyempit seakan penjepit raksasa yang siap melumat tubuh-tubuh tentara yang sudah kurang makan itu. Saat itu, mati menjadi sahabat karib yang siap membawa arwah-arwah mereka ke pengembaraan abadi. Semangat mereka untuk bertempur telah terbang sejalan dengan terbangnya sang pemimpin yang sudah kabur meninggalkan mereka.

Di tengah rintihan putus asa, tiba-tiba tampillah Xenophon, salah seorang pimpinan pasukan untuk mengambil inisiatif. Darahnya meluap ketika pemimpinnya kabur. Ia sudah membayangkan akan terjadi penjagalan besar-besaran terhadap pasukannya, dan banjir darah dari pasukannya akan sangat mungkin terjadi. Burung-burung pemakan bangkai akan berpesta pora melahap mayat-mayat pasukan itu. Membayangkan hal itu, bulu kuduknya berdiri. “Ini tidak boleh terjadi, aku harus berbuat sesuatu,” demikian pikir Xenophon.

Segera saja ia berpidato. Betapa pun juga ia masih kelompok pimpinan, maka mau tidak mau tentara yang putus asa itu mendengarkan perkataannya. Pertama ia akan mengajak tentara itu pulang dengan selamat. Ia mengatakan tidak ada gunanya lagi bertempur melawan tentara Persia yang perkasa apalagi jumlah mereka berlipat-lipat. Ia tekankan bagaimana mereka harus menjaga semangat. Ia tekankan bagaimana mereka harus bersatu dan tidak mementingkan diri. Ia kenangkan juga bagaimana manisnya keadaannya bila mereka bisa berkumpul lagi dengan istri-istri mereka, pacar-pacar mereka, anak-anak mereka, dan keluarga mereka.

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

Pidato-pidato itu ia sampaikan berulang-ulang. Ia gunakan simbol-simbol, metafora-metafora, dan kata-kata pembangkit semangat lainnya. Ia motivasi tentara itu untuk bersatu dan memiliki semangat tinggi melampaui kepentingan diri sendiri. Pelan-pelan tentara yang sudah lemah semangat itu bangkit. Pidato-pidato Xenophon seakan suluh yang menerangi sudut-sudut gelap di hati tentara yang putus asa itu.

Akhirnya, gambaran pulang ke kampung halaman yang seolah masih tergantung di langit biru, berhasil mereka raih kembali. Ya, kita akan pulang. Begitu membayangkan pulang, segera saja tergambar istri yang berdoa dan mengharap suaminya pulang dengan selamat. Tergambar betapa pacar-pacar mereka yang tiap hari berdiri di muka rumah, hanya sekedar menengok apakah sang kekasih sudah kembali dari medan laga. Tergambar pula betapa anak-anak yang rindu memperoleh dekapan hangat dan penuh kasih dari sang ayah yang pulang dengan selamat. Gambaran-gambaran inilah yang coba dipompakan oleh Xenophon ke benak para prajuritnya.

Demikian hebat dia berorasi sampai ada julukan goddess of persuasion sat upon his lips, yang artinya dewi persuasi sedang bersemayam di bibirnya. Ringkasnya, ia mampu menyemangati sepuluh ribu tentara itu untuk bersatu. Akhirnya mereka mampu keluar dari kepungan tentara Persia, dan kembali ke Yunani dengan selamat.

Ini adalah kisah penarikan dramatis 10.000 tentara di Anabasis dan diceritakan oleh Xenophon. Xenophone adalah seorang cerdik pandai, murid dan sekaligus penerus pujangga Yunani, Socrates. Oleh para ahli, pidato luar biasa tadi bisa digolongkan ke dalam perilaku kepemimpinan transformasional.

“Dalam perang, tiga perempat kekuatan terletak pada karakter perorangan dan hubungan, keseimbangan tentara dan material hanya terletak pada seperempat yang tersisa”

- NAPOLEON  I

Sebenarnya, sejak ribuan tahun lalu para cerdik pandai sudah mulai memperoleh kilasan ilham terhadap konsep kepemimpinan transformasional ini. Kilasan-kilasan itu sering mampir di benak orang-orang bijaksana di masa lalu. Kilasan itu bagaikan mimpi-mimpi baik orang saleh, yang kata Nabi Muhammad, mimpi itu merupakan satu dari 46 tanda-tanda kenabian.

Pada jaman China kuno, para pemimpin seperti Confucius dan Asoka mendorong orang-orang yang memegang kekuasaan untuk menjadi pendorong terciptanya moral yang tinggi bagi para pengikutnya. Para pemimpin itu hendaknya bisa menjadi contoh teladan bagi masyarakat.

Plato, di jaman Yunani kuno, juga tidak mau kalah. Ia mengatakan, jika seorang pemimpin ingin menjadi pemimpin yang karismatik, ia harus belajar mendayagunakan simbol dan metafora dalam memimpin bawahannya.

“Manajer adalah orang yang mengerjakan hal-hal secara benar, sedangkan pemimpin adalah orang yang mengerjakan hal-hal yang benar.”   

- WARREN BENNIS

Itu tadi adalah sekelumit kilasan kepemimpinan transformasional. Namun proses penemuan konsep ini sangatlah lama. Baru pada tahun 1978, James MacGregor, sejarawan Amerika Serikat, menulis karya kepemimpinan yang monumental. Kepemimpinan, menurutnya, ada dua tipe, yaitu kepemimpinan transaksional dan kepemimpinan transformasional.

Kepemimpinan transaksional ini  berupa pertukaran sesuatu antara dua orang atau lebih. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang ada di mana-mana dan paling dikenal orang. Kedua adalah, kepemimpinan transformasional. Transformasi yang terjadi yang dipicu oleh kepemimpinan ini meliputi tidak hanya pada organisasi, atau kelompok, tapi juga pada orang-orang yang di mana kepemimpinan itu terjadi.

Bagian 2: Pengalaman pertama menjadi bawahan

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.