Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya |
Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya |
Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar… Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya |
Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
Di dunia ilmu bela diri, masing-masing aliran selalu menganggap ilmu mereka yang paling unggul, yang paling mematikan, dan tentu yang paling efektif. Sedemikian bangganya mereka hingga jurus-jurusnya dirahasiakan. Akibatnya, ilmu mereka tidak berkembang terus.
Keadaan berubah ketika di Boston, Nevada, Amerika Serikat di tahun 1993 diadakan the Ultimate Fighting Championship (UFC). UFC ini merupakan pertandingan semua cabang beladiri, apapun beladiri dibolehkan ikut. Pesertanya diambil dari juara-juara dunia di masing-masing beladiri. Ada yang juara gulat dunia, juara karate dunia, juara tinju dunia, juara taekwondo dunia, dan juara Sambo, kung fu, Jet Kun Do, bahkan juara gulat Sumo Jepang.
Pertandingan itu tidak ada batas waktu, dan tidak ada aturan. O, ya ada peraturannya, yaitu peserta tidak boleh menggigit dan mencolok mata.
Mata pemirsa seluruh dunia kemudian terbelalak. Konsepsi perkelahian yang hebat sebagai mana di film-film yang ditandai oleh tendangan dan pukulan dahsyat, ternyata konsep itu terjungkir balik. Segala macam bela diri yang mengandalkan tendangan dan pukulan baik dari tinju, kung fu, karate, tae kwon do, dan lainnya, tekuk lutut oleh cekikan dan kuncian dari para ahli beladiri Brazillian Jiu Jitsu.
Jelas terjadi perubahan paradigma yang sangat besar. Bahkan komentar para ahli beladiri setelah mereka melihat pertandingan-pertandingan itu, beladiri lainnya, selain grappling, dianggap hanya mainan (toys) saja. Bagi saya, yang dulu di desa juga pernah belajar silat, kenyataan ini membuat saya shock.
Tiba-tiba timbul keinginan pula untuk belajar beladiri Brazillian Jiu Jitsu. Tapi, keinginan saya itu laksana orang tua renta yang mengangankan bisa bertualang menaklukkan pegunungan Andes di Amerika Selatan.
Sekarang ini, ribuan orang dari pelbagai aliran beladiri, berduyun-duyun mempelajari beladiri yang paling efektif itu. Sejak saat itulah, konsepsi bela diri yang hanya mengandalkan pukulan dan tendangan berubah total. Jika ingin menjadi petarung yang andal baik stand up maupun ground fighting, seseorang harus menguasai baik tendangan, pukulan, dan juga bantingan / kuncian.
Mengapa saya demikian “nekad” memperbandingkan dunia beladiri dengan kepemimpinan? Karena dengan Brazillian Jiu Jitsu itu, dunia bela diri dijadikan sains. Ketika tangan anda dikunci di belakang punggung anda, reaksi anda akan sangat terbatas. Tangan satunya yang tergantung mungkin bisa memukul, namun oleh para artis beladiri itu, serangan anda itu sudah diprediksi. Mereka sudah mempersiapkan kemungkinan jawaban terhadap serangan anda itu. Bahkan andaikata anda menyepak dengan kaki anda ke belakang pun, mereka sudah mempersiapkan antinya.
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
Lihatlah, bukankah ini sains? Sesuatu disebut sains jika sudah melalui metode ilmiah dan berlaku umum, serta yang penting, memiliki kemampuan prediksi. Brazillian Jiu Jitsu ternyata juga melalui penelitian yang intensif. Teknik-teknik baru ditemukan, dan bukan hanya dilatih, namun diujicoba di pertandingan bela diri paling ganas di dunia. Yang efektif dipungut, dan yang buruk, dicampakkan.
Hasilnya, beladiri itu menjadi metoda berkelahi yang paling efektif di dunia. Beladiri ini ternyata memenuhi syarat sains, termasuk kemampuan memprediksi sesuatu di masa depan (tentu saja di sini memprediksi serangan balasan lawan).
Anda mungkin tahu ada seorang pemimpin yang efektif ketika memimpin satu divisi, namun ketika dia disuruh memimpin divisi yang lebih besar lagi, ternyata dia gagal. Ketika seorang pemimpin gagal di suatu divisi, entah karena nasib baik atau takdir, pemimpin buruk itu disuruh memimpin divisi lain, dan ternyata hasilnya bagus.
Kejadian-kejadian seperti itu jelas membingungkan. Ketika dicoba dimasukkan dalam kategori sains, di mana harus mampu memprediksi, konsepsi itu ternyata gagal. Meminjam konsepsi dari dunia bela diri, mungkin anda sekarang sudah sukses memimpin, namun kadang pula anda gagal.
Di dunia bela diri, anda mungkin hanya ahli memukul dan menendang, namun anda lemah di pertempuran di lantai. Kepemimpinan transformasional dapat diibaratkan sebagai keahlian bertempur di lantai. Dengan melengkapi “ilmu kepemimpinan” yang sudah anda miliki dengan kepemimpinan tranformasional, tingkat sukses anda dalam memimpin akan menjadi sangat meningkat.
Pertanyaannya, apakah ilmu kepemimpinan bisa dikategorikan sebagai sains? Dengan tegas saya jawab ya, setelah ditemukannya kepemimpinan tranformasional.
Di dunia kepemimpinan, terjadi juga perubahan paradigma sebagaimana terjadi di dunia beladiri. Ketika penelitian demi penelitian makin membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional efektif meningkatkan kinerja, makin banyak lagi para ahli dan praktisi yang mendalami metode kepemimpinan ini.
Bahkan dari ribuan studi kepemimpinan yang dilakukan akhir-akhir ini, 80 persen adalah studi kepemimpinan transformasional. Jurnal kepemimpinan transfomasional yang paling akhir hingga tulisan ini dibuat (2006 - 2007) adalah Leadership Quarterly, terbitan bulan Februari 2006 - 2007. Vol. 17. Lihatlah, betapa dinamisnya kajian kepemimpinan itu. Ini memberi kita satu tanda, kepemimpinan ini efektif.
Bagian 7: Pandangan orang tentang kepemimpinan
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
