Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya |
Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya |
Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar… Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya |
Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
Tujuh tahun terakhir ini, berpikir kreatif (creative thinking) telah bergeser dari tadinya hanya dianggap sebagai hal sepele, membuang-buang waktu, menjadi keahlian manajemen yang harus dimiliki oleh para manajer.
Walau orang masih bingung memahami berpikir kreatif, nampaknya makin jelas bahwa bisnis yang tidak mengandal pada berpikir kreatif serta fleksibel, cenderung akan mengalami kegagalan.
Sejak Jeff Immelt menjadi CEO General Electric di tahun 2001, dia dan timnya sudah mulai menerapkan teknik berpikir kreatif, yang saat itu ternyata banyak yang menyepelekannya. Namun kenyataannya, kebiasaan itu mampu membawa bisnis mereka sukses besar.
Berita bagus, kita bisa berpikir kreatif. Kita dengan mudah bisa mengamati perilaku dan sistem yang digunakan oleh pemikir paling kreatif di dunia, dan kemudian kita bisa adaptasi sesuai dengan lingkungan yang kita hadapi.
Yang paling penting adalah kita tidak hanya peduli pada bagaimana kita berpikir, tapi juga pada bagaimana orang lain berpikir. Dengan demikian kita bisa bereksplorasi dan bereksperimen.
Langkah pertama untuk menjadi lebih kreatif adalah dengan: 1) sangat ingin tahu, 2) mengamati orang lain, 3) mengajukan banyak pertanyaan, 4) membaca bacaan yang luas yang tidak hanya bidang spesialisasinya, 5) mempertimbangkan bagaimana orang lain menyelesaikan persoalan yang mirip, 6) melihat industri lain di luar industri kita, dan 7) mengamati cara orang-orang mengerjakan sesuatu.
Intinya kita harus membuka mata, telinga dan pikiran kita untuk melihat hal-hal baru.
Sekarang ini, revolusi informasi sangat melanda di mana saja, akibatnya, memiliki informasi bukan lagi merupakan keunggulan bersaing seperti di masa lalu. Yang harus kita lakukan adalah kita harus memfokuskan diri pada informasi yang benar-benar unik bagi organisasi kita.
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
Inilah mengapa menjadi sungguh penting bagi kita untuk memperhitungkan kemampuan kita berpikir secara kreatif, dan juga bagaimana berpikir kreatif pada karyawannya dikenali dan dipelihara dengan sungguh-sungguh oleh perusahaan...
Mari kita coba berpikir kreatif. Mengajukan pertanyaan adalah langkah awal yang bagus. Contoh, pertimbangkan pekerjaan yang sedang anda lakukan. Apakah pekerjaan itu sudah sempurna? Apakah yang anda lakukan sudah sesuai dengan tugas anda, ataukah ada 'cacat' yang perlu diperbaiki? Mengapa anda bekerja dengan cara itu? Sudahkah itu cara yang terbaik? Bagaimana cara memperbaikinya? Apakah cara kerja anda itu memang memberi manfaat bagi pelanggan atau terbaik bagi perusahaan?
Hanya mengajukan pertanyaan saja sudah cukup memancing pemikiran-pemikiran baru. Jadi cara yang termudah untuk berpikir keatif adalah mengajukan pertanyaan...
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |

Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
