Menjual dengan Kecerdasan Emosi

Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya

Menjadi Pemimpin Karismatik

Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya

Atasan Yang Sangat Menjengkelkan...

Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar…

Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya

Kontrak Psikologi, Pelajaran Penting bagi Pemimpin

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Anda ada di mana ketika terjadi perak Teluk ke 2? Dengan radio satelit yang saya miliki, saya bisa “menikmati perang” secara live dari BBC, radio Inggris. Dengan penuh penantian saya menunggu sergapan tentara Irak terhadap tentara sekutu yang akan masuk ke Baghdad.

Menteri penerangan Irak, (dia sangat terkenal sampai ada web yang khusus memuat berita tentang dia), dengan berapi-api menjanjikan “neraka” jika pasukan Amerika dan Inggris masuk ke Baghdad. Saya sangat menunggu saat itu karena sebelumnya, penaklukan kota-kota di sekitar Baghdad termasuk sulit.

Wawancara BBC baik dengan pengamat perang, rakyat Irak, atau pejabat Amerika memang menjanjikan akan terjadi perang dramatis di Baghdad. Namun ternyata, tentara Amerika dan Inggris dengan mudah masuk ke kota itu, dan tidak ada perlawanan yang berarti. Walau, hingga saat ini tentara asing itu masih kerepotan menghadapi gerilyawan. Apakah ini yang dijanjikan dengan “neraka” tadi?

Bayangkan keadaan ini. Saya, yang jauhnya ribuan kilometer dari tempat perang, bisa mengikuti perang dari menit ke menit. Dengan didampingi oleh nyamikan ringan saya ikut “terlibat” dalam perkembangan perang. Jelas saya sangat aman, ketika mengikuti perang itu. Tapi, bagaimana keadaan para wartawan yang meliput perang? Bagaimana orang-orang BBC mengorganisasikan segala peralatan, dukungan, dan berlarian ke sana kemari untuk mengambil sudut liputan yang menarik? Meliput perang mengandung bahaya yang sangat besar, salah-salah bisa dianggap sebagai mata-mata dan ditangkap dan diinterogasi.

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

Bagaimana para wartawan BBC itu bisa melakukan tugasnya dengan penuh dedikasi, sementara Kanter (2003) dari Harvard Business School melaporkan adanya semangat kerja yang rendah pada karyawan BBC. Ketika Greg Dyke, sebagai dirut baru BBC masuk ke perusahaan itu, ia melihat perlunya memprioritaskan memperbaiki situasi moral di sana.

Persaingan yang menghadang BBC sangatlah ketat, sementara itu, birokrasi demikian kuat sehingga pengembang program siaran jarang bisa melihat karyanya bisa ditampilkan dalam siaran. Sinis dan skeptis terhadap perusahaan menjadi obrolan sehari-hari.

Langkah pertama yang ia lakukan adalah menghapus lapis manajemen yang begitu banyak. Ia ingin para pembuat program siaran harus bisa kontak langsung dengan eksekutif puncak. Penyiar dan produser diberi hak mengambil keputusan eksekutif. Ia juga rajin mengirim email pribadi kepada setiap orang.

Ia tekankan bagaimana pentingnya peran masing-masing karyawan terhadap kesuksesan BBC. Rapat-rapat makin sering dilakukan namun sangat tidak formal, semua orang diberi kebebasan mengemukakan pendapat. Ia juga mendorong ada kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dengan tujuan agar masing-masing karyawan bisa mengenal karyawan satu dengan lainnya secara lebih mendalam. Orang akhirnya mulai berkomunikasi, dan semangat untuk bekerja sama makin meningkat.

Ia mengajukan proyek besar, “One BBC: Making It Happen.” Ia mendorong kolaborasi antar divisi, dan ia mengajak semua orang agar memberikan gagasan. Dalam waktu enam bulan ternyata telah masuk 2.000 gagasan segar melalui web site. Bayangkan, dua ribu gagasan baru, bukankah hal ini luar biasa?

BBC Wales mengalokasikan 100.000 Euro untuk membiayai gagasan-gagasan karyawan dapat terwujud. Segera saja timbul kolaborasi yang bagus yang akhirnya menelorkan inovasi yang sukses. Acara komedi The Office, dan Scottish Opera Soap langsung mendongkrak kinerja BBC.

Mengapa dirut BBC baru itu mampu membalikkan keadaan? Karena karyawan adalah makhluk kompleks. Mereka tidak cukup digaji besar saja. Ada riset yang menunjukkan bahwa efek dari kenaikan gaji ternyata hanya mampu menaikkan motivasi karyawan paling lama tiga bulan. Artinya, gaji bukanlah semata-mata yang mampu menaikkan semangat kerja karyawan.

Apa yang dilakukan oleh Greg Dyke di atas dengan menghapuskan birokrasi, ternyata membuat orang-orang bisa menyalurkan gagasan mereka lebih leluasa. Menyalurkan gagasan? Kenapa jika saluran gagasan disumbat bisa mengakibatkan kebekuan kreatifitas? Ya, soalnya manusia ingin dihargai. Karyanya dan sumbangsihnya ingin diakui oleh dunia. Siaran-siaran yang menarik ingin bisa didengar oleh siapa saja di seluruh dunia, termasuk oleh saya di Indonesia.

Mereka merasa ingin berbuat sesuatu untuk dunia ini. Berbuat untuk sesuatu yang lebih baik bagi dunia ini adalah motivasi yang luar biasa. Gaji besar, fasilitas mewah tidak mampu melawan “kenikmatan” memberi kontribusi kepada dunia ini. Bayangkan betapa nikmatnya ketika program-program yang disusun bisa diapresiasi oleh penduduk dunia?

Ketika dirutnya memberi kesempatan seluas-luasnya untuk berkreasi, seluruh karyawan BBC berlomba-lomba memberi gagasan. Ingat, ada 2000 gagasan baru dalam waktu 6 bulan, berarti 83 gagasan per minggu!

Apa yang dilakukan oleh Greg Dyke tadi adalah berupa kontrak psikologis. Ia seolah berkata secara psikologis, “Karyawan BBC, walau saya orang luar BBC, saya buka kesempatan kepada anda semua. Saya tahu anda semua orang-orang hebat. Saya ada di sini untuk memberi keleluasan kepada anda untuk berkreasi, mengemukakan gagasan, dan menjadi BBC menjadi perusahaan hebat. Mulailah sekarang…”

Oleh karyawan, sikap dirut ini diartikan sebagai kontrak psikologis dalam ujud mereka harus berkontribusi dan berkreasi. Kalau tidak, mereka akan malu kepada dirut yang sudah begitu membuka diri.

Kontrak psikologis inilah yang sering dijadikan senjata para pemimpin sukses. Karena anda sering ditolong oleh teman anda, apa yang terpikir oleh anda? Anda ingin membalas kebaikan itu bukan? Atau setidaknya, anda tidak ingin membuat teman anda itu susah bukan?

Jadi cara yang teruji agar perusahaan sukses adalah dengan membuat karyawannya puas. Membuat karyawan puas juga disuarakan dengan keras oleh Pat Driscoll, vice president of retailing dari perusahaan minyak, Shell. Ia mengatakan, “Kami mengukur benar-benar kepuasan pelanggan dan karyawan kami. Ada korelasi yang kuat antara kepuasan pelanggan dan kepuasan karyawan. Dengan kata lain, karyawan puas, maka pelanggan akan puas.”

Itulah sekelumit kisah BBC. Jika anda ingin sukses sebagai pemimpin, jangan lupa memperhatikan mereka. Tanyakan apa saja mimpi-mimpi mereka, angan-angan mereka, dan apa harapan mereka terhadap perusahaan anda. Anda akan menemukan betapa seringkali impian mereka sangat sederhana. Begitu anda menangkap angan-angan mereka, cobalah untuk mewujudkan angan itu.

Mereka tidak akan menuntut yang berlebihan. Mereka kadang lebih tahu luar dalam perusahaan itu dibanding anda. Jadi jangan khawatir mereka menuntut berlebihan. Karena perusahaan anda sedang susah, percayalah mereka tidak akan menuntut kenaikan gaji. Yang sering terjadi, mereka ingin juga berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan. Tugas anda hanyalah memudahkan mereka membuat perubahan dan perbaikan seperti dilakukan oleh dirut BBC tadi…

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...

Politeknik Pos Indonesia
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.