Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya |
Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya |
Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar… Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya |
Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
Udara pegunungan itu berdesir semilir, sejuk. Menenteramkan. Rasa pegal di kaki perlahan lenyap ketika kami mendeprok di gundukan rumput. Beberapa rekan membeli es campur model ndeso. Harganya hanya 2000 rupiah per plastiknya. Menyerutup es, menghirup udara segar pegunungan, menikmati pemandangan kebun teh yang asri, mengamati rasa penat yang beranjak meninggalkan kaki-kaki kita, wah benar-benar istirahat yang menyejukkan jiwa.
Perlahan rasa kantuk mulai menyerang. Ada beberapa rekan yang merebahkan badannya di rumput. Beban di punggung yang berat terasa lepas, dan punggung itu seolah bergembira ketika ia berkesempatan menyentuh bumi.
Tiba-tiba terdengar teriakan yang mengagetkan, “Ayo bapak-bapak kita lanjutkan perjalanan lagi. Perjalanan kita masih panjang. Kalau kita beristirahan terlalu lama, kita akan sampai di perkemahan tengah malam…” Itulah suara para tentara yang melatih kami, rombongan eksekutif yang sedang dididik menjadi pemimpin.
Dengan menggerutu panjang pendek kami terpaksa bangkit dan mengucapkan selamat tinggal pada tempat yang indah itu. Perjalanan dilanjutkan lagi, dan kita sama sekali tidak diberi tahu rute yang akan kita tempuh. Tanjakan yang ekstrim, turunan yang terjal membuat nafas kami seolah berebutan keluar dari ruang udara di dada kami…Berjalan lagi dan berjalan lagi, entah sampai kapan…
Inilah yang dihadapi dunia bisnis kita. Perubahan demikian cepat terjadi. Rasanya belum pulih “luka-luka” akibat restrukturisasi. Masih terasa hangatnya jabat tangan teman kita yang harus mundur dari perusahaan, masih terngiang kata sambutan sekaligus kata perpisahan mereka. Kata-kata yang keluar berupa untaian mutiara, namun tiada mampu menutupi kegalauan mereka menatap masa depan. Masa depan bagi mereka seolah dunia yang kelam yang barangkali yang ada hanya para jin yang menunggu di sana.
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
Ketika perubahan usai, ketika segalanya kembali normal, ketika nafas mulai teratur, tiba-tiba ada perubahan besar lagi. “Berubah lagi. Apa sih yang dikehendaki pemimpin ini. Orang kok senangnya membuat susah orang. Apa lagi sih kurangnya kita ini,” terdengar sumpah serapah di sana sini.
Tapi keadaan memang harus diubah. Pesaing yang makin agresif dan tidak mengenal etika, makin menggerogoti pasar. Produk substitusi yang makin banyak tersedia, makin membuat perusahaan ini terpuruk. Tiada lain kecuali perusahaan itu harus berubah lagi.
Inilah tantangan yang dihadapi oleh pemimpin sekarang ini. Paradoks. Itulah tantangannya. Keadaan paradoks terjadi ketika ada keadaan yang sepertinya berlawanan, namun anehnya, keadaan yang berlawanan itu yang benar.
Setelah perusahaan menjalani restrukturisasi yang besar. Perusahaan mulai mapan dalam kehidupan sehari-harinya. Budaya birokrat telah terkikis. Budaya kewirausahaan mulai meresapi sanubari karyawan. Mereka sekarang mulai berani untuk eksperimen mencoba hal-hal baru. Dan nampaknya, hasil-hasil ekseperimen itu mulai menyembul. Gagasan-gagasan baru yang segar mulai muncul ke permukaan. Jika keadaan saat ini dibandingkan dengan masa lalu, perubahannya bagaikan bumi dan langit. Nampaknya, tidak ada lagi perubahan yang perlu dilakukan.
Tapi pemimpin bijaksana ini seorang yang mampu melihat jauh. Ia melihat bahwa apa yang selama ini dilakukan, ternyata tetap tidak memadai. Karyawan harus berubah lebih cepat lagi. Roda eksperimen harus diputar lebih kencang lagi. Derap aktivitas yang sekarang sudah cepat harus lebih cepat lagi. Jadi inilah paradoks yang terjadi. Ketika karyawan sudah siap “leha-leha” beristirahat seperti rombongan di atas, karyawan harus bergerak lagi untuk menuju “tepi-tepi dunia” yang jauh lebih indah dari keadaan sekarang.
Hanya, untuk menuju ke sana, karyawan tidak bisa duduk berpangku tangan. Mereka harus berjalan, menghadapi tanjakan, turunan, dan jalan yang tidak rata.
Kira-kira bagaimana karakteristik pemimpin yang mampu “mengawal” perubahan yang tidak ada akhirnya itu?
Moran dan Brightman (2001) menemukan lima perilaku pemimpin efektif ini, yaitu:
Perubahan memang seperti itu. Di kala karyawan santai menikmati “buah kemenangan” dari perubahan, anda sebagai pemimpinnya harus siap-siap mengajak mereka berubah ke arah yang lebih tinggi lagi. Memang itulah paradoks perubahan, oleh karenanya peluklah paradoks itu, dan bergulatlah…
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |

Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
