Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya |
Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya |
Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar… Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya |
Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
“Anak-anakku, hidupmu dan hidupku itu hanya untuk mengabdi. Sejak kita diciptakan oleh Sang Maha Cerdas, kita memang menjalani peran yang paling penting…” Begitu nasehat Ibu Laut kepada anak-anaknya.
Ia melanjutkan. “Kalian akan tersebar ke mana saja di seantero dunia ini. Tapi, kalian akan selalu ingat panggilanku ini. Kepada akulah kalian harus pulang. Hanya ada satu cara kembali kepadaku, yaitu carilah tempat yang berada di bawah, niscaya akhirnya kalian akan sampai kepadaku. Ketika kalian menghadapi halangan, bersabarlah. Kalian harus tekun berusaha. Pakailah cara yang paling praktis, dan kerjasamalah dengan baik dengan saudara kita lainnya, yaitu Ibu Bumi.”
Itu adalah nasehat lautan, samudera untuk para anak-anaknya, yaitu air yang tersebar di mana saja untuk kembali ke laut. Ada pesan yang penting, mereka ada hanya untuk mengabdi. Siapa pun butuh air. Dan air tidak pernah jahat. Ia selalu patuh pada panggilan Ibu Laut untuk pulang, dengan cara mencari tempat yang lebih bawah.
Jika seorang menjadi pemimpin seperti air itu, maka ia sudah memiliki ketinggian derajat sebagai pemimpin unggul.
Model kepemimpinan yang tingkatnya paling rendah, namun paling banyak adalah model command and control, perintah dan awasi. Agar karyawan bisa bekerja dengan baik, mereka harus diperintah. Agar hasil kerja bisa bagus hasilnya, mereka harus diawasi. Ini adalah model mekanistik di jaman tahun 1900-an. Perintisnya adalah Taylor dan Fayol. Sejalan dengan itu, di ilmu alam juga menganut paham mekanistik yang ditandai oleh Newton.
Namun model command and control ini tidak menempatkan manusia pada tataran yang semestinya. Manusia hanya sebagai alat produksi, yang seperti keledai, agar mau bekerja diberi wortel, dan kalau tidak mau, dipukul pakai tongkat.
Organisasi seperti itu diambang kepunahan.
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
Pemimpin tingkat lanjut adalah pemimpin yang memimpin organisasi yang berdasar nilai. Ia bekerja dengan seperangkat nilai-nilai yang mengaturnya. Ia berusaha menggerakkan perusahaan membuat produk yang memberi benefit tinggi kepada konsumen.
Pemimpin tertinggi adalah pemimpin seperti air tadi. Ia menyadari bahwa dirinya ada di dunia ini untuk mengabdi kepada kehidupan ini. Ia serasi dengan alam, artinya, ia tidak akan membuat produk yang merusak lingkungan. Sebagaimana air yang memberi kesegaran di mana saja, ia juga bangkitkan semangat karyawan untuk mengabdi.
Ia selalu mengingatkan panggilan “Ibu Laut” yaitu panggilan “pulang”. Panggilan yang menggetarkan siapa saja. Ia suka mengingatkan karyawan tentang makin jelasnya tanda-tanda panggilan “pulang” ini. Rambut yang menipis, memutih, gigi yang keropos, frekuensi sakit yang makin meninggi, stamina yang makin menurun, dan wajah yang menua adalah panggilan "pulang" yang jelas.
Namun, seperti air tadi, dalam rangka kembali “pulang” ia ingin berperan sebesar-besarnya. Jika air selalu menggunakan cara lembut yang mengikuti kontur tanah, yang berarti menggunakan energi paling kecil, ia pun demikian. Ketika ia bekerja, ia selalu berpikir bagaimana mencapai tujuan dengan cara yang paling efektif. Alam telah mengajarkan bagaimana alam telah demikian efisien dan tidak ada yang terbuang. Ketika ada bangkai, dalam waktu singkat, singgat, semut, dan binatang lainnya, berebut “memangsa” bangkai itu.
Akibatnya, alam kembali bersih.
Pemimpin ini juga begitu. Ia pikirkan masak-masak proses produksi di perusahaannya. Diamatinya “value chain” pada perusahaannya. Ia berusaha temukan aktivitas yang tidak efisien. Karena ia selalu berkaca pada alam, akibatnya, proses-proses yang ia pimpin menjadi efisien dan efektif. Mengapa? Karena ia, sebagaimana air, menghindarkan friksi. Agar terhindar friksi, ia berlaku adil. Ini tercermin dari adilnya air. Berapa pun yang ingin anda timba, air tidak peduli. Apakah anda akan menyerok pakai ember atau jerigen atau pakai pompa, air tidak peduli. Sebab, baginya, itu semua adalah pengabdian.
Pemimpin itu pun juga menjalani takdir seperti itu. Di mana pun tempatnya, ia akan mengabdi. Ia harus memberi manfaat sebesar-besarnya. Terasa naïf bukan? Ia bahkan tidak terlalu mempermasalahkan imbalan. Baginya, mengabdi dan mengabdi adalah misinya. Namun paradoks terjadi di sini. Ketika ia mengabdi secara tulus, siapa pun mau bekerja sama dengannya. Atasannya tentu menyukainya. Akibatnya, karirnya melesat pesat. Tawaran pekerjaan pun melimpah jika ada orang seperti itu.
Sebagaimana air yang terus tekun tetes demi tetes melubangi karang, ia pun seorang yang tekun. Sebagaimana roda evolusi yang sudah milyaran tahun memperbaiki diri, ia pun demikian. Dihabiskan waktunya untuk memperbaiki dirinya. Ia secara professional memperbaiki kemampuan, kompetensinya dan juga keahliannya. Di sisi lain, ia juga secara spiritual meningkatkan diri terus menerus. Di dalam hatinya, ada ketakutan besar. Ia takut “dipanggil mendadak” dan ia tidak siap menghadap Sang Pencipta. Makanya, semua aktivitasnya mencerminkan “pencarian bekal” menuju “pulang” itu. Jelas ia tidak korupsi, karena ia tahu korupsi merusak alam. Ia jujur, karena ia tahu jujur adalah “komoditi istimewa” dunia akhirat.
Namun sebagaimana air, termasuk air laut yang kadang merusak seperti banjir dan tsunami, itu semua bukan disebabkan oleh air itu sendiri. Tsunami ada bukan karena air laut itu sendiri, tapi karena ada gempa. Banjir bukan salah air itu sendiri, tapi oleh ulah manusia. Ketika pemimpin itu “bertindak mengerikan” sebagaimana banjir dan tsunami (dalam ujud rightsizing atau downsizing), itu bukan karena dirinya. Yang dilakukan adalah “hanya reaksi” dari lingkungan sebagaimana gempa mempengaruhi laut.
Ketika ia duduk tenang dan sedang menyendiri, sambil menikmati air teh, sering terlontar kata-kata, “Aku ingin menjadi sepertimu, air. Ketika aku masih di langit, aku membutuhkan air untuk ada di bumi. Ketika aku lahir, hidup, dan mati, aku selalu butuh air. O, Yang Maha Bijaksana, apa yang Engkau ciptakan tidak ada yang sia-sia…”
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |

Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
