Menjual dengan Kecerdasan Emosi

Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya

Menjadi Pemimpin Karismatik

Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya

Atasan Yang Sangat Menjengkelkan...

Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar…

Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya

Mereka Menolak Perubahan Organisasi, Terus Bagaimana?

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

“Begini ya mas, apa yang tadi disarankan bahwa kita harus berubah, saya setuju. Tapi mbok jangan itu dulu yang kita ubah. Mari kita tingkatkan saja kualitas kita. Saya kok yakin kalau kualitas kita meningkat, perusahaan ini akan sehat.” Begitu komentar seorang manajer ketika mereka sedang menerima ceramah tentang "change' yang agak radikal.

Lihat, sekilas alasan manajer itu masuk akal bukan? Meningkatkan kualitas, siapa yang tidak sepakat. Siapa yang bisa membantah gagasan itu. Tapi isu meningkatkan kualitas ini sudah belasan tahun lalu diungkap, dan nyatanya, kualitas perusahaan itu biasa-biasa saja.

Usul peningkatan kualitas tadi ternyata juga didukung oleh banyak orang. Si penyaji hanya bisa mengambil nafas dalam-dalam seraya berpikir, “Apa sebenarnya yang hinggap di pikiran mereka? Mengapa mereka langsung menolak gagasan perubahan, padahal mereka belum pernah sekali pun mengalami perubahan yang kita canangkan ini?”

Inilah masalah yang sering menghantui gagasan perubahan. Karyawan, manajer, GM, menolak secara halus perubahan itu. Kalimat penolakan dicanggih-canggihkan memakai bahasa MBA yang tidak memudengkan orang. Karena yang mengemukakan penolakan adalah orang-orang pintar, maka memang sulit untuk membantah mereka.

Marilah kita sedikit bedah mengapa mereka menolak perubahan.

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

Menurut telusuran literatur, setidaknya ada 7 sebab mengapa orang menolak perubahan organisasi.

  1. Ketakutan terhadap ketidaktahuan. Mengapa kita takut hantu? Habis mereka suka “ngilang” sih. Ketika hadir mereka hanya “mak sliwer”, hanya selintasan dalam ujud pocong atau muka rata. Siapa yang tidak takut? Coba andaikata hantu itu hadir pas jam makan siang, kan kita bisa ajak wawancara. Kita bisa bertanya misalnya apa saja species hantu, terus kegiatannya apa ya hanya bergelantungan di pohon. Apa di sana ada selebritis yang hobi kawin cerai dan sebagainya. Kita takut karena kita tidak tahu. Bagi orang yang tahu, seperti pemburu hantu, hantu malah dijadikan alat cari uang. Mengapa? Karena mereka tahu ilmu pengetahuan “kehantuan.”
  2. Kehilangan kontrol. Enakkah memegang kontrol? Tergantung. Bagi sementara orang, punya kontrol sangatlah nyaman. Karena anda sebagai manajer TI, permintaan komputer selalu melalui anda. Jika anda setuju, komputer bisa dibeli, jika anda mengatakan tidak, komputer tak terbeli. Anda berkuasa, anda penting, anda dihormati. Siapa yang tidak suka akan hal itu? Namun begitu ada perubahan, pembelian komputer akan dilakukan oleh suatu komite atau panitia. Anda tidak lagi berkuasa. Tanpa terasa anda merasa diabaikan, anda dianggap tidak penting. Apa yang anda lakukan? Menolak gagasan perubahan itu bukan?
  3. Kehilangan “muka” alias malu. Perubahan yang dicanangkan itu ternyata karena kerja anda dianggap tidak becus. Contoh, anda diserahi tugas menjadi manajer pemasaran. Anda bertanggung jawab terhadap kinerja wilayah Jawa Tengah. Namun kinerja anda itu hasilnya buruk. Karena perusahaan ingin pendapatan tetap meningkat, maka dilakukan upaya-upaya baru. Walau upaya itu masuk akal, jauh di dalam sanubari anda, anda menyadari bahwa perubahan itu karena kinerja anda yang buruk. Anda merasa malu, anda “loss of face.” Apa yang anda lakukan? Tolak saja perubahan itu. Siapa yang rela menanggung malu? Seperti kata iklan kosmetik, “Muka kita cuma satu nih…”
  4. Kehilangan kompetensi. Jika anda dari “old generation” pasti mengalami hal ini. Saat itu mesin ketik adalah alat kerja utama. Mesin tik Remington menjadi andalan. Alat penghapus ketikan pasti sudah disamping mesin itu, ditambah dengan kertas karbon biru atau hitam jika kita ingin membuat beberapa copy. Teknologi berkembang pesat dan komputer dan internet menjadi alat sehari-hari. Ada pengumuman baru dari kantor pusat, “Mulai tanggal 2 Januari, data keuangan, SDM, operasi akan dijalankan lewat intranet.” Intranet adalah mirip internet namun hanya ada di internal perusahaan. Anda tentu menolak. Bagaimana tidak menolak? Wong, pakai mouse saja belum pernah kok disuruh pakai intranet, binatang apa itu? Saat itu, jika ada tidak meng-upgrade kompetensi anda, anda pasti menolak perubahan itu.
  5. Kebutuhan keamanan. Anda ingat betapa berduyun-duyunnya orang melamar sebagai pegawai negeri? Apakah gajinya besar? Anda tahu sendiri. Tapi mengapa mereka sangat ingin jadi PNS? Rasa aman. Ketika ada gagasan perubahan dan mengancam keamanan karyawan, pasti ditolak.
  6. Waktu yang tidak tepat. Anda lagi getol-getolnya melakukan TQM. Bulan lalu sudah benchmarking. Bulan lalunya lagi sudah intrapreneuring. Sekarang apa lagi? Mbok ya sabar dulu, ini dulu sukses baru “ngerjain” yang lain lagi. Kita inikan juga manusia to? Begitulah keluhan yang muncul ketika perubahan dilakukan pada waktu yang tidak pas.
  7. Mengubah kebiasaan. Apa yang anda pertama kali sabun ketika anda mandi? Bagian lengan, terus pundak, terus paha dan seterusnya bukan? Pernahkah anda berpikir, “hari ini saya akan menyabun punggung saya, terus kaki, dan setelah itu pundak saya” Tidak pernah bukan? Mengapa? Karena kita makhluk kebiasaan. Sukarkah mengubah kebiasaan? Menurut riset, agar terjadi kebiasaan baru yang permanen dibutuhkan waktu 21 hari. Ketika perubahan harus mengubah kebiasaan, cenderung akan ditolak.

Apa solusinya? Menurut riset, banyak inisiatif perubahan tidak memperhitungkan penolakan ini. Akibatnya, perubahan gagal. Jadi agar perubahan relatif mulus, ya atasi dulu sebab-sebab penolakan di atas. Jika perubahan mengakibatkan terancamnya keamanan, pastikan bahwa perubahan itu tidak mengancam keamanan itu. Artikel sederhana ini memang tidak bisa membahas semua hal untuk mengatasi penolakan itu. Jika ada waktu dan tenaga, dan …kemampuan, insya Allah akan dibahas dalam buku atau tulisan berseri lainnya…

 

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...

Politeknik Pos Indonesia
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.