Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya |
Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya |
Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar… Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya |
Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
“What are you doing with my computer?” Begitu teriak seorang karyawan di Thailand ketika saya baru saja melihat apakah komputernya bisa connect dengan scanner. Saya jelas kaget. We lha, ini kok teriaknya ketus betul. Harusnya kan, “Mas, lagi nyari apa? Apa bisa saya bantu?” Ketika itu saya adalah peserta pelatihan planning management di Bangkok.
Agar terhindar dari kesal, saya hibur diri sendiri. Terus bahasa Inggrisnya apa “Mas lagi nyari apa?” Jelas dia sulit pakai bahasa Inggris yang halus yang ada “kromo inggilnya”. Jika orang itu orang Singapura, pasti ia bisa ungkapkan hal itu dengan bahasa yang enak dan tidak membuat saya tersinggung. Apakah dia tahu saya tersinggung? Rasanya tidak, menurutnya, itulah ungkapan yang paling pas jika pakai bahasa Inggris.
Mengapa saya merasa kesal sementara dia ayem-ayem saja? Itulah perbedaan budaya.
Ketika saya dan bos saya ke kantor pusat USPS (dinas pos Amerika Serikat), sebagai layaknya bangsa yang suka bawa oleh-oleh, kami membawa cinderamata. Kami waktu itu ditemui oleh manajer promosinya (seorang yang berusia 50 tahun-an). Saya heran dan berpikir, “Bagaimana to ini, wong yang datang direktur kok cuma dilayani oleh seorang manajer.” Ketika menyuguh minuman, sang manajer itulah yang tergopoh-gopoh (namun langkahnya pasti) menyediakan minuman kami.
Ketika kami berpamitan, kami langsung memberikan cinderamata. Ia kaget, heran bin ngungun (kamus: terpana) karena tidak menyangka akan diberi cinderamata. Laksana kilat, ia pamit sebentar ke luar ruangan, dan kami sempat menunggu agak lama. Kami duga ia sedang kebingungan mencari barang yang pantas untuk cinderamata kami. Akhirnya ia keluar dan senyumnya melebar, dan terus saja ia memberikan sebuah cinderamata.
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
Keadaan dibalik. Jika perusahaan di Indonesia (biasanya BUMN) kedatangan tamu dari luar negeri, penyambutannya tentu berlebihan. Walau tamu hanya dua orang, panitia penyambutan bisa sepuluh orang. Tamu itu lantas kita traktir di restoran paling mahal, paling representatif. Para bos biasanya bilang, ”Kita harus traktir dia sebaik-baiknya, ini menyangkut bangsa lho!”
Perhatikan cerita di atas. Apa yang terjadi tadi karena adanya perbedaan budaya. Mempelajari budaya lain, jelas amat dipujikan manfaatnya. Kemampuan berinteraksi secara luwes, anggun dengan berbagai budaya lain menjadi ciri khas manajer global yang efektif.
Pernahkah anda lihat seorang bule yang dengan seronoknya joged nDangdut? Pernahkah anda dengarkan seorang ekspatriat mampu menyanyi lagu Bengawan Solo dengan mendayu-dayu? Itu tadi adalah sekelumit ketrampilan budaya yang dimiliki oleh orang-orang asing tadi.
Pertanyaannya, sebagai bangsa Indonesia, keterampilan apa yang harus kita miliki agar kita bisa juga bergaul secara luwes secara global.
Pertama, anda sebaiknya harus mahir bahasa Inggris baik lisan maupun tertulis. Pelajari idiom, karena dengan idiom, percakapan anda akan menjadi penuh “warna” dan ekspresif. Baca tulisan yang bersifat kebudayaan dari bangsa-bangsa yang akan anda kunjungi.
Pelajari bahasa Mandarin. Mengapa mandarin? Sebab di mana pun ujung dunia anda akan menemukan orang-orang China. Siapa yang berjualan cinderamata di tugu pahlawan di Washington DC? Orang-orang China. Merekalah pembuat barang-barang itu. Anda ke Mesir? Anda akan temukan orang-orang China. Anda ingin belajar kung fu, tai chi, chi kung, feng shui, hong shui? Orang-orang China lah ahlinya.
Jadi ketika anda menjadi manajer global (siapa tahu anda manajer IBM dari Indonesia dan ditempatkan di Jepang), anda harus matang di dua keahlian. Satu, anda harus ahli dalam technical competence, meliputi pengetahuan industri, bisnis, pengetahuan produk, strategi perusahaan dan sebagainya. Dan yang kedua, anda harus memiliki contextual competence, yang berupa kemampuan untuk:
Mungkin anda bertanya, kalau bagi orang Indonesia, kapan kita bisa menjadi manajer global sehingga perlu memahami budaya negara lain? Memang tidak banyak sih perusahaan kita yang bisa go global. Tapi dengan jaman internet, sekarang ini sudah banyak orang-orang kita yang bekerja di mana saja. Melalui internet mereka bisa mencari lowongan di mana saja, dan kemudian diterima di negara asing. Jika perusahaan itu kemudian menugaskan orang kita ke negara lainnya, jelas keterampilan lintas budaya menjadi sangat penting.
Oleh karenanya, jangan lupa selalulah belajar bahasa Inggris dan China, syukur bisa Perancis, syukur bisa bahasa Arab, syukur bisa...
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |

Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
