Menjual dengan Kecerdasan Emosi

Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya

Menjadi Pemimpin Karismatik

Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya

Atasan Yang Sangat Menjengkelkan...

Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar…

Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya

Jika Perubahan Dijadikan Komoditi

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

“Mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan menerapkan intrapreneuring.” Begitulah kata pembukaan dirut satu perusahaan di pertemuan dengan para manajernya di satu siang. Para manajer itu mulai menebak-nebak apa maksud intrapreneuring itu. Namun dirut itu tidak menjelaskan secara gamblang istilah itu. Sebagai gantinya ia menyuruh kepala bagian perencanaan untuk menjelaskan konsep itu. Betul saja, kepala perencanaan itu menerangkan secara panjang lebar, disertai dengan gambar-gambar, bagan-bagan, dan sedikit ”joke” di sana-sini.

Awalnya, peserta mengikuti ceramah itu dengan antusias. Namun lama-kelamaan perhatian mereka mulai beralih. Rasanya, baru tiga bulan lalu mereka mendengar inisiatif baru berupa perlunya “partnering.” Enam bulan lalu, mereka mendengar pentingnya benchmarking. Setahun lalu, mereka mendengar perlunya pengubahan budaya korporat. Apa yang salah dengan komunikasi organisasi semacam itu?

“Kita ini sudah inplasi (dia tidak bisa mengucapkan kata inflasi) kata-kata asing. Kapan kita menerapkan semua slogan tinggi-tinggi itu,” terdengar celetukan seseorang di bagian belakang. Lainnya berkomentar, “Memang tugas dia sebagai kepala perencanaan. Kalau tidak ada istilah baru yang hebat-hebat, nanti dia dikira tidak kerja. Biar saja, nanti kan pada bosan sendiri. Tunggu saja satu dua bulan, dan siap-siap saja mendengar istilah baru…”

Seringkah anda mendengar kalimat-kalimat sinis tadi? Ya, inilah kenyataan yang dihadapi oleh para pemimpin ketika mereka berupaya mengadakan perubahan. Agar perubahan bisa jalan, pemimpin melakukan berbagai strategi komunikasi organisasi. Namun sering, tanggapan karyawan dan manajer sinis, akibatnya, program perubahan itu terbengkalai di tengah jalan.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Ada yang salah pada pendekatannya. Bagaimana seharusnya komunikasi organisasi yang tepat? Kita para pemimpin menggulirkan konsep, menggodok konsep itu, meminta pendapat para pimpinan kunci, meminta pendapat konsultan, dan setelah itu kita “jual” konsep perubahan pada karyawan. Perhatikan kata “jual” tadi. Apa istilah manajemen agar karyawan ikut perubahan yang kita canangkan? Kita harus upayakan mereka untuk mem “buy-in” perubahan itu. Kita harus “selling our ideas to them.” Buy-in, selling, menjual adalah pendekatan pemasaran.

Apa yang terasa ketika anda sedang mengantri di ATM, dan ada orang mendekati anda sambil membawa barang dagangan? Anda otomatis menolak bukan? Mengapa? Karena orang itu akan menjual kita suatu barang yang belum tentu kita butuhkan.

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

Ketidakpercayaan kepada pemasaran sering terjadi tanpa kita sadari. Contoh, apakah shampoo yang ditawarkan di iklan-iklan televisi sungguh manjur seperti iklannya? Berdasar pengalaman saya, keluarga, dan teman-teman saya, shampoo itu tidak seampuh iklannya. Ketombe tetap berhamburan dari hari ke hari. Walau tidak manjur, kita sering menghibur diri dengan ungkapan, “Mungkin shampoo itu tidak cocok untuk saya…”

Karena kita sering mengalami terjadi beda yang besar antara janji iklan-iklan dengan hasil nyatanya, tanpa terasa kita menjadi skeptis, ragu-ragu, bahkan tidak percaya terhadap iklan-iklan. Ini penting diketahui oleh manajer pemasaran ketika mereka mencoba melakukan komunikasi organisasi, termasuk produknya tentu, kepada masyarakat.

Ketika pendekatan perubahan dalam bentuk penjualan konsep perubahan, maka kita akan cenderung untuk menolak perubahan itu. Kita akan terpikir, “Ah, itu cuman indah di konsep. Pelaksanaannya pastilah amburadul…” Sekali kita berpendapat seperti itu, akan sulit mengubah pendapat kita.

Para ahli menamakan keadaan ini sebagai cognitive dissonance, yaitu keadaan di mana kita hanya akan mencari informasi atau pendapat yang relatif mirip dengan pendapat kita. Kita akan mengesampingkan pendapat yang berlawanan. Komunikasi organisasi yang kita rancang harus memperhatikan faktor itu, tanpanya, komunikasi kita akan sering ditolak tanpa mereka tahu secara mendalam apa yang sesungguhnya kita tawarkan kepada mereka.

Ketika pendekatan perubahan berupa marketing, maka tanpa terasa kita menyadari bahwa upaya perubahan itu hanya untuk bagian tertentu. Contoh, ada suatu inisiatif perubahan dari bagian SDM. Bagian ini dengan giatnya me “market” kan upaya itu. Lantas kita beranggapan itu hanyalah untuk bagian SDM. Tentu saja tanggung jawab untuk melaksanakan juga terletak pada mereka.

Bagaimana seharusnya komunikasi organisasi itu?

Komunikasi organisasi yang bagaimana yang sebaiknya pemimpin katakan? “Kita perlu memperbaiki sesuatu di perusahaan kita. Jelas untuk memperbaiki itu, kita butuh perubahan. Para karyawan yang saya cintai, katakanlah kepada kami apa yang anda butuhkan untuk memperbaiki kinerja itu. Katakan apa yang perlu kita semua lakukan untuk mencapai prestasi yang sama-sama kita inginkan. Beri kami gagasan dan cara-cara agar kita bisa bersama-sama mencapai tujuan yang kita dambakan.”

Intinya di sini adalah karyawan harus kita ajak sebagai partner untuk perubahan. Jadikan perubahan itu memang menjadi sesuatu yang mereka inginkan.

Perubahan Tanpa Nama

Sebaiknya perubahan yang anda canangkan tidak usah diberi nama. Tanpa nama? Agak sulit bukan? Karena memang selama ini kita memberi nama-nama, kadang istilah hebat-hebat, untuk inisiatif perubahan. Lakukan saja perubahan yang anda ingin lakukan. Jangan terjebak kepada pemberian nama, karena karyawan akan mengaitkannya dengan “wah, istilah itu sudah kami dengar...” dan menimbulkan resistansi.

Jika anda mengupayakan perubahan terus menerus, dan memang terjadi perubahan yang anda inginkan, apa lagi perlunya ada nama? Para raksasa bisnis masa lalu yang mengubah dunia seperti Ford, Edison, Carnegie, Chrysler juga tidak mencanangkan istilah yang hebat-hebat seperti sekarang ini. Kesimpulannya, ketika anda melakukan komunikasi organisasi dalam rangka mengajak karyawan agar berubah, jadikan perubahan tanpa nama. Jika tidak, perubahan itu hanya dianggap sebagai komoditi saja...

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...

Politeknik Pos Indonesia
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.