Seminar: How to Read and Understand Financial Statement - 3 dan 4 November 2008

Seminar: Finance and Accounting for Non Financial Managers - 5 dan 6 November 2008

Pelatihan Pajak Penghasilan Pegawai - 10 dan 11 November 2008

Seminar: Best Practices for Personnel / HR Assistants - 12 dan 13 November 2008

Pebisnis yang Menunggang Gelombang

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Jika anda pernah sedikit banyak belajar investasi saham pasti akan dikatakan kepada anda, “trend adalah teman anda.” Jika harga-harga saham berfluktuasi, baik naik atau turun, para jagoan investasi amat bergairah menyambutnya. Mengapa? Karena dalam kondisi seperti itulah mereka mampu meraih keuntungan yang amat besar, tentu jika prediksinya benar.

Mereka amat membenci bursa yang tenang-tenang atau kalau kita lihat pada grafiknya hanya terjadi garis mendatar yang landai tidak ada gelombangnya.

Tapi bagaimanakah sikap kita sebagai investor amatir menyaksikan gejolah naik turun harga saham yang demikian ekstrim? Kita panik, resah dan kadang kita mengambil keputusan yang merugikan.

Misalkan pada hari itu harga saham naik, anda pasti berpikir “ah ini kejadian biasa, besok pasti turun lagi.” Hari kedua, ketiga, dan keempat, ternyata saham masih terus naik. Anda berpikir, “Wah, nampaknya saham ini akan naik terus. Saya harus beli sekarang. Feeling saya mengatakan harga akan terus naik, dan saya akan untung banyak.”

Tapi celakanya, hari keempat itu merupakan puncak dari naiknya harga saham, dan selanjutnya saham itu turun kembali. Anda yang sudah terlanjur membeli mengalami kerugian. Jika kerugian seperti ini tidak membuat anda kapok, atau malah anda berpikir, “oh mungkin feeling saya belum terlalu tepat, tapi lain kali pasti tepat,” maka siap-siaplah modal anda habis ditelan gelombang naik turun harga. Mengapa demikian? Karena anda selalu ketinggalan trend.

Untuk mampu membaca trend dibutuhkan pengetahuan, ketekunan, dan upaya yang terus menerus dalam mencari metoda yang paling ampuh yang bisa membantu memprediksi tren. Bagi kita yang amatir, kita hanya mengamati pergerakan harga itu seminggu sekali…namun berharap kita jadi jagoan investasi.

Informasi Seminar / Pelatihan

Assertive Leadership Skills - 26 dan 27 November 2008

Kondisi bisnis sekarang ini situasinya mirip seperti bursa saham yang bergelombang itu. Sangat sering kita mendengar di koran atau di televisi betapa banyaknya orang yang menuding gagalnya bisnis karena situasi ekonomi yang tidak membaik, tidak aman dsb.
Apalagi ditambah dengan makin banyaknya bom meledak di negeri ini, makin membuat para pebisnis khawatir terhadap bisnis mereka.

Tapi, tidak adakah para bisnisman yang bertindak seperti jagoan investasi seperti diatas? Ketidakteraturan, ketidakamanan, ketidakstabilan merupakan teman mereka. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa menarik keuntungan dari setiap situasi yang ada.

Menyalahkan kondisi yang ada jelas tidak menolong apa-apa. Sama seperti kita menyalahkan hujan yang mengakibatkan banjir. Orang yang memiliki jiwa bisnis sejati, mampu menarik kesempatan apapun yang ada dihadapannya. Ketika banjir, ia membuka bisnis penyewaan pelampung, perahu karet, dan makanan siap saji dalam kemasan semacam indomie. Karena banjir adalah fenomena “indah” bagi orang yang tidak kebanjiran, maka ia merancang “tour atau piknik” ke daerah banjir bagi orang yang ingin menikmati suasana banjir itu.

Jika harinya kemarau seperti sekarang ini, ia sudah punya usaha penyediaan air bersih kerja sama dengan PAM. Dengan armadanya (termasuk gerobak dorong), ia melayani orang yang membutuhkan air bersih.

Apa pelajaran yang dapat kita tarik dari orang kreatif ini? Ia selalu berpikir apa yang bisa saya lakukan  di kondisi saat ini sehingga mampu menguntungkan bisnisnya. Sebenarnya inilah abc-nya dasar dari bisnis “…cari kebutuhan di masyarakat dan penuhilah, niscaya engkau akan kaya.”

Dengan berdasar pada konsep sederhana ini, teman kita ini selalu saja untung di setiap keadaan. Saya melihat kejelian memandang situasi, kemauan dan kemampuan bertindak cepat menangkap peluang merupakan kunci sukses di kondisi yang tidak menentu.
Agar kita dapat jeli menemukan peluang kita harus berupaya sungguh-sungguh mengamati perubahan yang terjadi di masyarakat. Tidak cukup hanya menangkap sekilas suatu gejala, dan kita menganggap itu adalah peluang bisnis yang hebat.

Bisakah para karyawan menjadi pebisnis sejati seperti di atas? Bisa jika perusahaan itu mau. Caranya adalah dengan mengamati secara jeli apa yang terjadi di lingkungan kita, dan tangkap kebutuhan yang ada di sana dan berusahalah kita memenuhinya.

Contoh, sekarang ini Indonesia sedang sering di bom, apakah bisnis yang bisa kita raih dari situ?

Marilah kita analisis:

  1. Kondisi tidak aman, berarti orang makin hati-hati berkunjung ke hotel-hotel atau pertokoan-pertokoan besar.
  2. Tingkat pemeriksaan pengunjung akan makin ketat, yang berarti mungkin akan menurunkan tingkat kenyamanan pengunjung gedung-gedung bertingkat.
  3. Mungkin orang yang hobi belanja penginnya belanja ke pasar tradisional atau pesan melalui telpon.
  4. Mungkin Pam Swakarsa akan ditingkatkan…
  5. Mungkin standar keamanan gedung akan ditingkatkan…

Lihat dari analisis di atas, bisnis apakah yang mungkin akan timbul dari kejadian itu?

  1. Bisnis penyediaan alat keamanan gedung akan makin laku
  2. Bisnis alat-alat detector kecil (mungkin bisa untuk pribadi) akan banyak terjual
  3. Pesanan melalui telpon atau mail order akan makin diminati.
  4. Training untuk pelatihan tenaga keamanan yang makin professional akan makin berkembang.
  5. dst.

Saya memprediksikan setelah terjadi bom di JW Marriot ini, minat masyarakat untuk mengunjungi hotel dan mal-mal pasti akan berkurang. Sekali lagi, jika hal itu terjadi bisnis apakah yang bisa kita sediakan? Anda semua pasti bisa menganalisisnya dan mengusulkannya ke manajemen…

 

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.