Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya |
Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya |
Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar… Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya |
Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )
“You’ve Got Orders,”
Kalimat yang sangat penting tiba-tiba mengetuk pintu bisnis anda. Jerih payah anda selama ini untuk mendapatkan order bisnis telah menghasilkan sesuatu yang amat anda tunggu.
Tapi,…anda langsung lemas. Perusahaan mobil yang memesan barang anda ini mengharuskan anda sudah memiliki sistem EDI (Electronic Data Interchange). Mereka tahu bahwa perusahaan anda sebagai produsen jok mobil yang bagus, telah masuk dalam kriteria seleksi pabrik mobil itu, dan anda lulus. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang menggayut di pikiran anda selaku pimpinan perusahaan penyedia jok mobil itu.
Apa itu EDI? Kenapa perusahaan saya harus ikut EDI? Apa manfaatnya EDI? Apa nggak bisa EDI diganti internet, bukankah di mana-mana sekarang sudah ada internet? dsb.
Konsep perdagangan tanpa kertas (paperless trading), adalah impian utopia yang ditawarkan oleh EDI. EDI sendiri digunakan terutama untuk mentransfer secara elektronik transaksi yang berulang-ulang (repetitive). Transaksi semacam itu misalnya perintah pembelian (purchase order), faktur, persetujuan kredit, pemberitahuan pengiriman barang, konfirmasi suatu transaksi dsb.
Perusahaan-perusahaan yang amat giat untuk menerapkan EDI adalah perusahaan besar yang mempunyai banyak sekali pemasok. Mereka ingin mengotomasi proses transaksi sehingga transaksi antara perusahaan besar ini dengan pemasok-pemasoknya berjalan dengan efisien, cepat, dan bebas kesalahan.
Efisiensi yang dicita-citakannya ternyata tidak terwujud. Pemasok-pemasok yang kecil, namun penting, kurang antusias untuk ikut dalam sistem EDI ini. Mengapa? Karena sebuah sistem untuk tergabung dalam EDI harus masuk / berlangganan kepada VAN (value added network) yang relatif mahal. Selain mahal, mereka harus juga menyediakan software yang khusus, serta harus ada SDM yang paham menangani system tersebut.
Miliki Segera Buku Transformational Leadership!
Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda... Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya... Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531 |
Sementara itu, manfaat bagi bisnis kecil tidak terlalu terlalu besar. Dengan model pembayaran pada tiap naskah dikirim, akan makin memberatkan bagi bisnis kecil. Semakin banyak anda mengirim naskah, maka semakin banyak pula anda harus membayar kepada perusahaan penyedia VAN.
Sedikitnya pemasok yang mau memakai EDI sebagai bagian dari sistem informasi manajamen, ternyata menjadi fenomena umum. Pada perusahaan Boeing Commercial Airplane Group (Varney dan McCarthy, 1996), hanya terdapat 30 pemasok dari 500 pemasok yang memakai EDI. Kondisi ini berubah secara radikal dengan adanya internet atau internet based EDI.
Contoh, Hewlett-Packard (HP), perusahaan komputer raksasa, melakukan jutaan transaksi berbasis internet-EDI (Turban dkk, 1999). Solusi EDI berbasis internet ini disediakan bagi perusahaan kecil yang tidak mampu untuk menanggung biaya serta kompleksitas EDI tradisional. Dengan memakai internet, formulir-formulir isian hanya berupa data entry biasa yang ditampilkan melalui web browser yang sudah ada di komputer pemasok kecil.
Dengan berbasiskan pada teknologi internet, teknologi ini memberikan peluang bagi perusahaan atau organisasi menengah untuk mewujudkan EDI dengan biaya, usaha, dan waktu yang lebih hemat. Satu perusahaan dapat membangun EDI, dengan memanfaatkan infrastruktur berupa xml-based (extensible markup language) yang terintegrasi dengan web server. Teknologi xml-based membantu dalam mendapatkan alat parser dan transformasi antar format data secara murah (XSLT), sedangkan scripting yg disediakan oleh web server mempermudah pengaturan interface yang lebih fleksibel.
Bagi perusahaan yang telah melakukan investasi EDI dan telah memanfaatkannya, infrastructure xml-based dapat digunakan untuk memberikan perpanjangan fungsi system yang sudah ada. Dengan perpanjangan fungsi tersebut, maka partner yang belum memiliki EDI dapat terbantu karena perusahaan menyediakan semacam jalur elektronik pertukaran data menggunakan web. Tentu saja dengan adanya koneksi internet yang handal dan ketersediaan koneksi tersebut, maka masa depan pertukaran data akan sangat fenomenal.
Tantangan yang sering muncul dalam memadukan EDI dan XML-based adalah pada pekerjaan linking, synchronization, dan adanya perbedaan standar diantara keduanya. Hal ini dapat diselesaikan berdasar EIM (Enterprise Integration Modelling), yaitu suatu pendekatan baru dalam arsitektur integrasi B2B yang dapat mengotomatiskan linking dan synchronizing antara XML dan EDI.
Pendekatan ini berupa model repository-based (hampir serupa dengan thesaurus) untuk secara otomatis mengenali keserupaan antara content (dokumen) dari para partner apakah dalam format EDI atau XML.
Bagi dunia bisnis di Indonesia, semestinya sudah mulai menerapkan EDI ini walau dalam tahapan awal di mana yang diotomatisasikan adalah transaksi yang berulang, membosankan jika dikerjakan oleh manusia, dan berpeluang besar terjadi salah entri.
Langkah untuk menerapkan EDI sudah relatif mudah karena infrastruktur dasarnya, yaitu Internet, telah tersedia di mana-mana. Kesalingterkaitan system bisnis kita dengan pemasok atau bahkan sistem pada pelanggan, bukanlah hal yang baru. Di masa datang, keterkaitan itu akan makin tinggi, bahkan juga dengan mitra kita yang ada di luar negeri. Jika kita siap mulai dari sekarang, maka pada masa Network Economy yang siap di depan pintu, kita tinggal memetik hasilnya.
DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya... |

Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.
