Menjual dengan Kecerdasan Emosi

Anda ingin memperbaiki kinerja penjualan anda? Manfaatkan Kecerdasan Emosi. Mengapa? Karena penjualan adalah hubungan antara pembeli dan penjual. Kata kuncinya adalah pada kecerdasan emosi yang mutlak harus anda miliki jika anda ingin meningkatkan penjualan secara dramatis...Baca artikel selengkapnya

Menjadi Pemimpin Karismatik

Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat... Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Baca artikel selengkapnya

Atasan Yang Sangat Menjengkelkan...

Saya sangat membencinya. Walau kebencian itu akhirnya memudar…

Benar-benar menjengkelkan bos saya itu. Ia selalu mengulang-ulang pertanyaan ini. Anda sebagai orang SDM harusnya bisa menyumbang sesuatu pada strategi kita. Coba peran anda ditingkatkan lagi...Jangan hanya ngurusin yang sepele-sepele saja. Setelah itu terus saja ia 'khotbah' dengan berbagai teori yang membosankan. Kadang memuakkan. Baca artikel selengkapnya

Perubahan Organisasi, Apa yang Diubah?

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Setelah sering saya menulis tentang perubahan organisasi, timbul gelitikan di hati saya. Orang sering bicara tentang change, managing change, atau malah change management. Yang sering orang maksudkan adalah perubahan yang melibatkan seluruh organisasi. Perubahan organisasi itu biasanya bersifat strategis, skalanya besar, menimbulkan kekacauan, rumit dan kadang radikal.

Saya akan berikan contoh-contoh perubahan organisasi yang sifatnya seperti itu. Harapan saya, ketika anda membacanya, apa yang saya tuliskan di bawah ini masih hadir pada ruang ingatan anda.

Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Bayangkan dampaknya pada kepemimpinan anda pada 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun mendatang jika anda menerapkan metoda kepemimpinan unggulan ini. Anda akan menjadi pemimpin yang unggul, pemimpin yang begitu dirindukan oleh bawahan anda...

Caranya? Baca dan terapkan resep-resep dari buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul.

Buku itu setebal hampir 400 halaman yang berisi berbagai strategi praktis untuk menjadi pemimpin unggul. Dari testimoni pembaca buku itu, hampir semua memuji buku itu demikian baik, menginspirasi, dan mendalam. Jangan percaya begitu saja dengan komentar mereka. Anda sendiri bisa membuktikannya...

Silakan lihat Pengantar dan Bab 7 dari buku itu

Jika anda membutuhkan buku itu, segera hubungi Irma pada no hp: 0856-226-5469 atau (022)7318531

Inilah contoh-contoh perubahan yang berskala besar atau yang sering didengang-dengungkan sebagai Change itu.

  1. Pemasangan sistem Enterprise Resource Planning. Ini adalah sistem yang mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan, mulai dari produksi hingga keuangan, hingga pemasaran.
  2. Menciptakan budaya baru yang berkinerja tinggi. Setelah disadari budaya yang ada malah menghambat kemajuan perusahaan, maka disusunlah seperangkat aturan budaya baru. Ketika akan diterapkan, tentu melibatkan keseluruhan karyawan perusahaan itu.
  3. Memfokuskan pada keunggulan operasi. Ini terjadi ketika dijumpai banyak masalah di bidang operasional. Contoh, distribusi sering terlambat, jumlah barang sering terjadi selisih, produk sering rusak dan sebagainya. Perbaikan yang ada tidak mungkin jika hanya tambal sulam. Karena proses produksi saling terkait, maka dilakukan perubahan besar-besaran.
  4. Melakukan merjer, joint venture, dan aliansi. Ketika merjer, berarti terjadi “pertempuran” budaya. Jelas itu semua mengakibatkan perubahan yang besar.
  5. Memasang teknologi baru yang penting. Ketika perusahaan memasang intranet yang menghubungkan data-data antar bagian dan antar cabang, jelas menuntut perilaku yang baru. Jika dulu computer dijadikan barang mewah, sekarang computer harus menjadi alat kerja yang akrab sebagaimana mesin ketik.
  6. Mengeksekusi perencanaan strategis dan juga melaksanakan business plan. Rencana tidak cukup hanya di atas kertas, ia harus dilaksanakan. Ketika dilaksanakan, karena sifatnya strategis, berarti melibatkan banyak bagian organisasi.
  7. Menjadi lebih fokus kepada pelanggan. Jika dulunya kita kurang peduli kepada pelanggan, sekarang kepada merekalah kita mengabdi. Ini tentu mengubah perilaku kita.
  8. Menjadi perusahaan global. Ketika perusahaan mulai beroperasi di banyak negara, jelas membutuhkan perilaku yang berbeda. Kepekaan kepada budaya bangsa lain, penguasaan bahasa asing yang harus memadai, kepandaian mengadaptasi keterampilan manajemen merupakan syarat yang mutlak diperlukan. Jika kita belum memiliki keterampilan itu, maka sekaranglah berubah, dan belajarlah keahlian itu.
  9. Downsizing, outsourcing, dan pemecatan. Ketiga kata itu amat ditakuti karyawan. Downsizing, berarti mengurangi jumlah karyawan. Ketika perusahaan melakukan outsourcing, yang berarti menyerahkan beberapa pekerjaan kepada pihak lain, bisa juga mengakibatkan pemecatan. Ingin contoh? Karena perusahaan ingin agar pengamanan lebih professional, maka mereka menyewa satpam dari penyedia jasa satpam. Akibat, satpam yang ada terpaksa harus dirumahkan.
  10. Restrukturisasi dan desain ulang organisasi. Ini yang paling sering terjadi di BUMN. Demikian pentingnya aktivitas ini, sampai-sampai dipilih pejabat senior yang memimpin unit ini. Gara-gara restrukturisasi, karyawan sering menjadi bingung dengan gonta-gantinya istilah bagian-bagian. Yang dulu pakai bahasa Indonesia, agar gagah (dan barangkali supaya kelihatan aksi), dipakailah bahasa asing. Yang sering terjadi, di perusahaan itu terjadi “inflasi” kata-kata asing. Karyawan yang tidak paham, hanya bergumam, “Oh ini to yang namanya perubahan. Pantas Inggris semua…”
  11. Mengubah supply-chain management. Agar diperoleh jalur pasukan hingga bisa sampai ke tangan konsumen secara efisien, perlu dilakukan kajian ulang. Seringkali kajian ulang itu berakibat pada pemangkasan bagian yang dianggap tidak efisien. Akibat pemangkasan, mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan. Ini pula yang sering dikeluhkan orang dengan change ini.
  12. Mengembangkan dan memasarkan produk baru yang penting. Produk pasti mengalami pasang surut. Ada life cycle produk. Ketika perusahaan meluncurkan produk baru yang penting, jelas perlu upaya yang ekstra agar produk itu mampu tumbuh dan menghasilkan keuntungan. Ketika produk itu sedang ditumbuhkan, jelas membutuhkan biaya tambahan misalnya untuk promosi, penyebaran sample dan sebagainya. Adanya biaya tambahan ini, kemungkinan besar mengurangi biaya-biaya yang selama ini sudah dialokasikan. Mungkin pula mengurangi biaya-biaya lain. Akibat perubahan ini terpaksa perilaku yang mungkin “boros” karena anggaran selalu tersedia, perlu diubah. Dan pengubahan ini sering tidak mudah karena orang sudah terlanjur “enak” dengan keleluasaan selama ini. Ini pula yang sering dikeluhkan orang tentang akibat samping dari perubahan – ada “gangguan” kenyamanan.
  13. Mempunyai bisnis baru. Adanya bisnis baru ini membutuhkan orang-orang untuk mengisi personil di sana. Seringkali, keahlian yang dimiliki belum cukup. Maka yang dilakukan adalah melakukan upgrade keahlian secara cepat agar bisa segera diterapkan dalam bisnis baru itu.
  14. Memacu lebih cepat kreativitas dan inovasi. Ketika persaingan semakin tajam, hanya kreativitas dan inovasi yang mampu membedakan produk kita dengan produk pesaing. Agar terjadi kreativitas, jelas dibutuhkan perubahan perilaku dan aturan yang ada. Aturan yang dulu mudah menghukum, harus diubah menjadi aturan yang mendorong eksperimen dan keberanian mencoba segala sesuatu.

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...

Politeknik Pos Indonesia
Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.