Seminar: How to Read and Understand Financial Statement - 3 dan 4 November 2008

Seminar: Finance and Accounting for Non Financial Managers - 5 dan 6 November 2008

Pelatihan Pajak Penghasilan Pegawai - 10 dan 11 November 2008

Seminar: Best Practices for Personnel / HR Assistants - 12 dan 13 November 2008

Mengapa Analisis Jabatan demikian Penting?

Oleh: DR. Dwi Suryanto ( www.pemimpin-unggul.com )

Job analysis atau analisa jabatan sering dianggap sebagai pondasi dasar dari sebuah sistem sumber daya manusia dalam organisasi. Restrukturisasi, inisiatif perbaikan kualitas, perencanaan sumber daya manusia, desain jabatan, pelatihan, pengembangan karir, sistem penilaian prestasi kerja, itu semua mendasarkan diri pada hasil dari analisa jabatan.

Definisi job analysis: Analisis jabatan adalah proses mendapatkan atau mengumpulkan informasi sebuah jabatan.

Ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam analisis jabatan. Pertama tentukan lebih dulu tugas-tugas pokok yang harus ada dalam jabatan itu, termasuk didalamnya perilaku dan aktivitas yang melekat pada jabatan itu.

Kedua, mengidentifikasi knowledge, abilities, skills, dan other characteristics (KASOCs) yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas itu. Knowledge berarti seperangkat informasi yang ada di dalam prosedur yang harus diterapkan dalam pekerjaan itu.

Abilities berarti kompetensi untuk menghasilkan hasil yang bisa diamati. Misalnya kemampuan seorang pengetik yang baik adalah menghasilkan ketikan yang rapi dan tidak banyak salahnya.

Skill berarti kompetensi untuk melakukan tindakan yang bisa dipelajari, baik yang sifatnya motorik, verbal, manual, atau melakukan pengolahan mental yang menyangkut data, orang atau barang.

Other characteristics meliputi faktor kepribadian, sikap, atau watak yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Laporan analisa jabatan untuk seorang perwira patroli jalan raya mungkin berupa pengetahuan hukum, komunikasi lisan yang baik, kemampuan menyopir yang trampil, dan keterandalan untuk melaksanakan tugasnya dengan cukup baik.

Informasi Seminar / Pelatihan

Assertive Leadership Skills - 26 dan 27 November 2008

Tujuan Job Analysis

Walau banyak kritikan, analisa jabatan telah digunakan di berbagai organisasi baik besar maupun kecil.

Pada bisnis kecil, analisis jabatan dilakukan secara informal dan tidak terstruktur. Pada perusahaan besar, untuk mampu menganalisis jabatan harus diperlukan satu pelatihan khusus. Ini sangat mudah dipahami karena kompleksnya dan bermacam-macamnya tipe pekerjaan yang ada di organisasi besar itu.

Job analisis juga digunakan sebagai dasar perekrutan dan juga untuk penunjukan seseorang untuk menduduki jabatan tertentu.

Ringkasnya analisis jabatan digunakan untuk penyusunan:

1) deskripsi jabatan (job description)
2) Klasifikasi jabatan (job classification)
3) Evaluasi jabatan (job evaluation)
4) Desain jabatan (job design)
5) Personnel requirements
6) Penilaian prestasi kerja (performance appraisal)
7) Pelatihan karyawan (worker training)
8) Perencanaan Sumber Daya Manusia (HR Planning)

 

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...


Perhatian: Jika anda ingin memuat artikel-artikel dalam web pemimpin-unggul dalam web, blog, majalah, newsletter milik anda, silakan lakukan, asal bentuknya masih dalam bentuk utuh seperti ini.